Matius 21: 28-32

Pendahuluan.
Menurut para ahli, buku Matius ini ditulis antara tahun 72 dan tahun 85. Berarti setelah Jenderal Titus menghancurkan Yerusalem tahun 70 sesudah Kristus. Buku Injil Matius ini ditulis dalam bahasa Junani. Pada jaman itu walaupun Roma bahasa asli Latin, banyak juga masyarakat yang mengetahui bahasa Yunani. Matius menceriterakaan didalam injil ini tentang perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan Tuhan Jesus. Matius bermaksud menuliskan injil ini adalah memberikan penjelasan tentang cara perilaku orang Kristen yang hidup ditengah-tengah masyarakat heterogen atau masyarakat pluralisme dengan memperlihatkan bagaimana hidup atau perilaku orang Kristen untuk ditiru orang yang lain. Selain itu injil Matius bermaksud memberikan pengetahuan untuk orang Kristen tentang Dogma atau ajaran dan prinsip orang Kristen.
Matius lebih banyak menggarami jiwa dan adat dari masyarakat orang Yahudi apalagi pada golongan intellek orang Yahudi dan orang yang mempunyai kedudukan ditengah-tengah orang Yahudi. Itulah yang kita temui didalam Nast ini, dimana Tuhan Jesus berhadapan dengan tokoh-tokoh penentu orang-orang Yahudi.
Tafsiran:
Ayat 23. Tuhan Yesus sedang berhadapan dengan Para Imam-imam Kepala yang bertugas didalam Bait Allah untuk menyampaikan persembahan kepada Allah. Pada jaman itu, manusia tidak bisa langsung menyampaikan persembahan kepada Allah. Mereka harus melalui Imam. Itulah sebabnya Imam ini disebut sebagai Mediator kepada Allah. Mereka inilah yang datang kehadapan Tuhan Yesus. Jadi Nast ini adalah lanjutan perdebatan Tuhan Jesus dengan Para kaum imam-imam kepala ini. Tuhan Yesus menerangkan kepada para Imam-imam Kepala ini dengan bentuk perumpamaan. Maksudnya supaya lebih mudah dimengerti oleh mereka.
Ayat 28: Isi perumpamaan itu : Seorang mempunyai dua orang anak laki-laki. Ayahnya menyuruh anaknya yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan berjalanlah hari ini dalam kebun anggur. Ayahnya menyuruh anaknya yang sulung itu melihat dan bekerja dikebun anggurnya.
Ayat 29: Jawab anaknya: Baik, bapa. Tetapi dia tidak pergi.
Anak itu menjawab perintah ayahnya itu baik, tetapi masalahnya, perintah ayahnya itu tidak dilaksanakan. Artinya: Perkataan ayahnya baik tetapi walaupun itu baik, tidak dipatuhinya. Karena dia tidak pergi.
Ayat 30. Kemudian anak yang kedua dan dia menjawab: Aku tidak mau. ! Tetapi kemudian Ia menyesal lalu pergi juga.
Bila kita perhatikan jawaban dari kedua anak itu, dimana anak yang sulung, memahami bahwa perintah ayahnya baik, tetapi tidak dilaksanakan. Sedangkan anak yang kedua dia menjawab tidak mau. Tetapi kemudian dia menyesal lalu dia pergi.
Ayat 31: Tuhan Jesus meminta pendapat dari para Imam itu tentang siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan perintah ayahnya. Jawab mereka : Yang terakhir. Tuhan Jesus menanyakan bagaimana tanggapan dari para Imam Kepala itu. Berarti Imam Kepala mengetahui apa yang diinginkan oleh Tuhan Jesus. Tuhan Jesus menjawab mereka. Sesungguhnya, pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk kedalam kerajaan Allah.
32. Kenapa pemungut cukai dan perempuan sundal mendahului mereka ? Karena berita atau kotbah Johannes Pembabtis tidak dipercayai mereka tetapi Pemungut cukai dan perempuan sundal percaya kepada petunjuk Johannes Pembabtis. Mendengar kotbah Yohannes Pembabtis pemungut cukai dan perempuan sundal bertobat. Tetapi para Imam, Golongan Parisi dan ahli Taurat tidak mempercayai kotbah Yohannes Pembabtis.
Kesimpulan:
Dari Perumpamaan Tuhan Jesus ini, kita telaah bahwa, Anak yang kedua itu menyesal dan kemudian melaksanakan perintah ayahnya.
Renungan:
Kita sudah mendengar perkataan Tuhan Jesus dan kita mengetahui bahwa perintahnya itu adalah baik. Tetapi walaupun kita ketahui baik dan tidak kita patuhi. Selama hidup kita tidak pernah kita menyesali bahwa kita tidak melaksanakan perintahnya. Setiap minggu kita mendengar pengajaran Firman Tuhan dan setelah kita dengar tidak kita patuhi. Apakah terjadi didalam hidup kita penyesalan ? Oleh sebab itu, Penyesalan dan Kepatuhan itulah yang dikehendaki oleh Tuhan Jesus dari pada kita. Banyak orang Kristen dari caranya berdoa mengakibatkakan bulu roma kita berdiri. Kalau di Gereja kitalah orang paling dihormati, karena sudah banyak sumbangan kita pada pembangunan Gereja apalagi kalau persembahan dan Lelang kita lebih banyak dari anggota Jemaat yang lain.Sehingga kita sering seperti orang yang benar, dan mengetahui ayat-ayat, pintar menyanyi. Semuanya itu tidak berguna bila kita tidak menyesali seluruh perbuatan kita dihadapan Tuhan. Seluruh manusia tidak ada yang benar, tidak ada yang bersih dari dosa dihadapan Tuhan. Oleh sebab itu penyesalan sangat dibuhkan. Tuhan Jesus sudah disalibkan, marilah kita mendekatkan diri kepada Salib Kristus. Salib Tuhan Jesus memperlihatkan kepada kita Allah itu sungguh baik. A m i n. Tuhan Jesus memberkati anda.

| Meninggalkan komentar

Yesaya 2 Ayat 1 – 5

Terlebih dahulu mohon maaf karena minggu yang lalu tidak tampil pembahasan kami disebabkan gangguan di situs Internet kami. Sekarang kami sediakan untuk bahan kotbah hari minggu tgl 14 Augustus 2011 dari Jesaya 2 Ayat 1-5. yang menampilkan VISI dan Missi yang dilihat oleh Nabi Yesaya pada jaman Eschatologis. Nubuatan Nabi Yesaya dalam Visi masa depan ialah: “BANGSA BANGSA AKAN DATANG KEPADA ALLAH DAN  DAN AKAN TERCAPAI PERDAMAIAN DUNIA. “.Perlu kita ketahui mengapaNabi Yesaya menjelaskan Visinya ini ? Untuk itu kita sepintas lalu meninjau dimana dan bagaimana posisi Yesaya pada waktu menjelaskan Visi ini. Pada saat Nabi Yesaya menyatakan Visinya ini, bangsa Jehuda dan bangsa Israel utara berada didalam krisis Politik Internasional dan kedua bangsa itu terlibat didalam Politik tersebut. Oleh sebab itu bangsa Israel harus percaya kepada Tuhan Allah dan harus menentukan sikap. Dari keseluruhan kejadian yang menimpa kedua bangsa itu, salah satu yang paling berbahaya ialah Krisis Politik ditengah-tengah bangsa itu. Yaitu: Terjadi gangguan keadaan sosial pada abad yang ke VIII dimana pada waktu itu bangsa Israel Utara dan bangsa Jehuda berbatasan dengan Funisia dan daerah bangsa Aram. Pada waktu itu bangsa Jehuda melakukan  hubungan perdagangan bebas dengan bangsa Arabia Selatan. Akibat semakin meningkatnya hubungan kedua bangsa ini, maka muncullah golongan orang kaya dan Kaum Kapitalis atau Pemilik Modal besar dikalangan bangsa Jehuda. Mereka mempengaruhi pejabad negara atau kerajaan, dan kemudian terjadilah pejabad-pejabad yang korrupsi, dan kadang-kadang merekalah yang menentukan decision di dalam pemerintahan. Terjadilah penghisapan rakyat, terjadilah penindasan bagi kaum miskin dan yatim piatu. Keadilan Sosial telah rusak karena pejabad-pejabad sudah mementingkan kekayaan  daripada memperhatikan penderitaan rakyat. Ibadah keagamaan tidak dihargai lagi karena kebanyakan sudah materialisme. Sehingga Nabi Yesaya, Nabi Amos dan Nabi Micha bekerja keras mengumandangkan nubuatannya termasuk Visi yang dilihat oleh Nabi Yesaya ini sebagai soara ke Nabian.

Tafsiran dan Renungan:

1-3: Pada jaman situasi krisis Politik dan krisis Ekonomi ini, Nabi Yesaya anak Amos menyatakan Firman Allah yang dialamatkan kepada bangsa Jehuda dan bangsa Israel Utara. (Bangsa Jehuda yang menempati Propinsi Judea dan pusat keagamaannya di Jerusalem, sedangkan Israel Utara yang jumlah mereka 10 marga dari Israel dan berdiam di Sebelah Utara Palestina dan pusat keagamaan di Bukit Grizim ;Israel ini pecah menjadi dua kerajaan setelah Meninggal Raja Salomo). Visi yang dilihat oleh Nabi Yesaya ini ialah: Gunung tempat rumah Tuhan  berdiri tegak dipuncak Gunung, menjulang tinggi diatas bukit-bukit. Yang menjadi pertanyaan: ” mengapa disebutkan gunung dan bukit-bukit ?” Menurut kepercayaan kuno dulu, bahwa diatas puncak gunung gunung yang tinggi bersemayam para dewa dan sering disembah dan didewakan bangsa-bangsa dulu. Misalnya kepercayaan orang batak dulu: Gunung Simanuk-manuk bersemayam dewa dan sering memberikan hujan, letaknya dekat kota Parapat. Demikian juga Gunung Pusuk Buhit dan Gunung Dolok Tolong. Di Puncak Gunung Pusuk Buhit katanya pernah bertempat tinggal Nenek moyang orang batak. Demikian juga dulu didaerah Palestina, Gunung-gunung adalah tempat bersemayam para dewa. Sekarang pada pernyataan Nabi Jesaya ini memberitahukan kepada kita, bahwa Gunung yang menjulang tinggi itu tempat berdirinya Rumah Tuhan dengan tegak dan menjulang tinggi. Itulah yang disebut puncak gunung Zion tempat bangunan rumah Tuhan yang lebih indah dan megah dari para dewa-dewa. Tuhan Allah yang bertachta didalam Rumah Tuhan itu sangat dan lebih berkuasa dari dewa-dewa. Banyak para bangsa-bangsa yang sudah kecewa karena dewa-dewa yang muluk-muluk itu. Sehingga para bangsa-bangsa datang berduyun-duyun mendatangi rumah Allah diatas puncak Gunung Zion itu. Banyak para bangsa-bangsa yang menyukai Rumah Tuhan yang dibangun diatas puncak Gunung Zion itu. Mereka dengan Rela, dengan kesadaran, dengan kemauan ,kesukaan sendiri dan bukan karena dipaksa dengan kekerasan atau dipaksa dengan teroris atau bukan karena ikut-ikutan. Mereka berduyun-duyun mendatangi rumah Allah yang dibangun diatas Gunung Zion walaupun diatas puncak gunung dan walaupun mendaki begitu capek sampai kepuncak. Mereka mendatangi Rumah Tuhan tersebut dengan alasan: karena Rumah Tuhan dibangun dengan megah dan indah menjulang tinggi dan disana Tuhan itu lebih berkuasa daripada para dewa-dewa. Dari rumah Tuhan itu berkumandang Firman Tuhan, Peraturan, Hukum Tuhan. Karena Firman Tuhan dari Rumah Allah itu membahana dan sangat berbibawa. Mengalir seperti Sungai yang mampu membersihkan, dan Firman itu sangat berkuasa untuk memciptakan dunia ini menjadi baru. Sehingga manusia yang mendengar Firman Tuhan itu dijadikan menjadi manusia yang baru. Mereka tidak kecewa seperti mereka yang sudah kecewa karena peraturan muluk-muluk dari dewa.

Ayat 4: Ayat ini memperlihatkan kepada kita tentang jaman yang akan datang(Escahtologis) yang berbentuk Visi dan misi yaitu: Allah akan menjadi Hakim dan wakil bangsa-bangsa didunia ini. Maksudnya, segala bangsa-bangsa dan mereka meyakini, bahwa Tuhan Allah itu, akan menjadi Hakim dan wasit. Bebas dari campur tangan politik, dan keadilannya bukan menurut akal manusia. Karena keputusan keadilan Tuhan Allah itu diterima seluruh bangsa, Keadilan dan kebenaran mampu memenuhi kehausan manusia. Hasil dan buah dari bangsa yang mendatangi rumah Tuhan itu akan terlihat didunia ini yaitu: Segala bangsa-bangsa akan menempa pedang menjadi bajak atau alat pertanian, Artinya bangsa-bangsa atau Negara adikuasa tidak memikirkan perang lagi, karena perang membawa korban nyawa manusia . Tetapi mereka akan memikirkan bagaimana bahan makanan untuk manusia. Mereka akan memikirkan penderitaan manusia. Tombak-tombak akan ditempa menjadi pisau pemangkas artinya memangkas habis semak-semak sehingga tumbuh-tumbuhan menjadi tumbuh dan subur dan berbuah untuk bahan makanan manusia. Para bangsa tidak lagi memikirkan ekspansi karena itu tidak memperhatikan perikemanusian melainkan hanya memperbudak manusia. Dari Visi Yesaya ini kita telaah: Bahwa Bangsa yang mendatangi rumah Tuhan itu dan menerima pengajaran Tuhan itu bertobat menjadi bangsa atau manusia memikirkan kesejahteraan rakyat dan perdamaian dunia. Atau dalam arti tidak memikirkan perang lagi.

Sekaraang hai kamu keturunan Yakub marilah berjalan didalam Terang Tuhan. Demikianlah kepada seluruh warga Gereja Kristen yang percaya kepada Tuhan Jesus yang disalibkan berjalanlah didalam terang Tuhan, jangan manfaatkan Gereja itu untuk kepentingan politikmu di Negara ini rasakanlah penderitaan Rakyat, janganlah kamu Korrupsi. Janganlah kalau waktu Kampanye kamu manfaatkan Gereja, tapi sebagai orang Kristen Dukunglah perdamaian Dunia, dukunglah perdamaian Politik di Negara yang kita cintai ini, jangan korbankan rakayat untuk kepentingan politikmu. TuhanJesus sudah berkorban di bukit Golgata dengarlah jerita Tuhan Jesus dibukit Golgata. Sungguh baik Tuhan Allah kita yang maha Pengasih itu. Amin. Tuhan Jesus memberkati Saudara !

| Meninggalkan komentar

DIPILIH BERDASARKAN KASIH SAYANG

Ulangan 7 ayat 6 – 12 bahan kotbah untuk tanggal 31 Juli 2011 minggu ke VI setelah Trinitatis. Pada tulisan kotbah yang kita buat  Ulangan 26 ayat 1-4 sudah kita tulis pada bahagian Pendahuluan tentang istilah Ulangan.  Menurut buku Septuaginta( LXX) buku Alkitab Perjanjian Lama yang berbahasa Junani deisebut DEUTRONOMIUM dan menurut Vulgata Deutronomium diartikan dengan buku Pengulangan Hukum Taurat. Kemungkinan dari pengertian ini, Alkitab berbahasa Indonesia menyebutkan ” ULANGAN”. Bibel buku Alkitab yang ditulis dalam bahasa batak disebut ” 5 Musa” Buku Ulangan ini terdiri dari tiga bahagian yaitu:

Pasal 1 – 11: Amanat Musa yang bersifat pendahuluan.

Pasal. 12 – 26: Pemberian Hukum yang dilakukan oleh Musa dihadapan Bangsa Israel.

Pasal. 27 – 34: Amanat serta berita tentang kematian Musa.

Nast kotbah untuk kita tertulis didalam bahagian yang pertama 1 – 11: Amanat Musa yang bersifat Pendahuluan.  Ulangan Pasal 7 ini dibagi lagi dengan beberapa bahagian antara lain: Ayat 1-6: Jangan kerja sama dengan kekafiran

Ayat  7-12: Pemilihan berdasarkan kasih Sayang.

Ayat  13-16: Berkat-berkat yang disampaikan

Ayat  17-26: Tuhan Allah akan mengusir lawan bangsa Israel asalklan mereka setia.

Ayat 6: Sebab engkaulah Umat yang kudus bagi Tuhan Allah mu…………………………………dst. Tentang umat yang kudus itu sudah dituliskan didalam Keluaran 19 ayat 6. Kamu akan menjadi Umat yang kudus bagiKu. Istilah yang kudus menurut bahasa Ibrani ialah: “KADOSY” artinya: terpisah atau “khusus”. Allah sendiri adalah kudus artinya: Allah itu terpisah dari dunia ini dan seluruh ciptaanNya; karena semuanya itu sudah Najis karena Dosa. Apabila sesuatu benda atau seseorang itu disebut Kudus artinya: Dipisahkan dan dikhususkan untuk Allah supaya menjadi tujuan perhatiannya untuk melaksanakan kehendaknya. Jadi kalau bangsa Israel dipilih Allah menjadi bangsa yang kudus artinya bangsa itu dijadikan khusus melaksanakan dan didalam perbuatannya itu tercermin atau terlihat yang dikehendaki oleh Tuhan Allah.

Ayat 7-8: Jawaban bangsa Israel atas pilihan Tuhan Allah terhadap mereka.  Nabi Musa memanggil para tua-tua dan menyampaikan kepada bangsa Israel segala yang difirmankan oleh Allah untuk disampaikan kepada bangsa Israel. Pada saat itu bangsa Israel memberikan jawaban:  SEGALA YANG DIFIRMANKAN OLEH TUHAN ALLAH HARUS DILAKUKAN OLEH MEREKA. Bangsa Israel itu dipilih bukan karena jumlah bangsa Israel yang banyak atau yang besar bahkan mereka adalah bangsa yang jumlahnya terkecil dari antara segala bangsa. Alasan yang lain bangsa itu dipilih ialah: Karena Tuhan Allah telah berikrar kepada Abraham, Izak dan Yakub sebagai Nenek moyang mereka. Itulah sebabnya mereka dibebaskan dari cengkraman perbudakan raja Firaun di tanah Mesir dan mereka diantar samapai ke Gunung Sinai.Jadi Allah memilih mereka menjadi bangsa pilihannya adalah karena kasih sayangnya dan juga ikrar yang disampaikan kepada nenek moyang mereka.

9-10.  Didalam ayat 9 dituliskan, haruslah kau ketahui………dst. Maksudnya bangsa Israel harus menyadari, menginsafi, dan merasakan, bahwa Tuhan Allah itu adalah Allah yang setia terhadap perjanjianNya dan kasih setia terhadap orang yang memegang perjanjianNya, dan berpegang kepada perintahNya. Tetapi orang yang membenci Tuhan Allah, Dia melakukan pembalasan  yaitu sampai dengan membinasakan . Ia tidak bertanggung jawab terhadap orang yang membencii Dia. Dari ayat 9-10 ini kita ketahui bahwa Tuhan Allah sangat setia terhadap orang yang menaruh kasih kepada Dia serta berpegang kepada Hukumnya dan perintah-perintahnya sehingga mereka disayangi oleh Tuhan Allah. tetapi sebaliknya Tuhan Allah akan menghukum dan membuat pembalasan kepada orang-orang yang membencii Tuhan Allah. Pembalasan itu adalah berupa pembinsaan.

Ayat 11-12: Sebagai kesimpulan: Bahwa bangsa yang dengan kasih sayang akan diharapkan Tuhan Allah menjadi bangsa yang kudus dengan tujuan agar menjadi bangsa yang khusus bagi Tuhan Allah dengan setia dan berpegang selalu kepada perintah-perintah serta Firman Tuhan Allah dan selalu melakukan ketetapan-ketetapan Tuhan Allah.

Renungan: Bila kita terapkan nast ini kepada warga Gereja atau kepada Jemaat Kristen, apakah sudah menyadari, menginsafi dan mengetahui bahwa mereka menjadi orang Kristen adalah menjadi bangsa Israel yang baru karena sudah diselamatkan Kristus? dengan tujuan menjadi bangsa yang kudus yang dikhususkan menjadi bangsa yang berbuat ditengah-tengah masyarakat yang heterogen dan homogen, suatu perbuatan yang mencerminkan kehendak Kristus, dan setia akan salib dan perintah dan firmannya dan menjadi suluh dan terang ditengah masyarakat yang dinaungi kegelapan ? Sungguh baik Tuhan Allah kita Yahweh yang memanggil kita menjadi orang Kristen atau Israel yang baru. A m i n. Tuhan Jesus memberkati Saudara !

| Meninggalkan komentar

II Korintus 5 ayat 17 – 21: Manusia yang berada didalam Kristus adalah ciptaan yang baru.

Nast II Korintus 5 ayat 17-21 adalah dikhususkan pada minggu ke V setelah minggu Trinitatis. Nast ini adalah Surat dari Rasul Paulus  yang ditulis di Makedonia dan  dikirim ke Jemaat  di Kota Korintus dan yang membawanya ke Jemaat Korintus si Titus yang sering membantu Rasul Paulus dalam pelayanannya. Kota Korintus ini adalah sebuah kota yang ramai dikunjungi orang dari segala penjuru dunia. Karena dahulu kota ini  pusat perdagang dan itulah sebabnya bagi Paulus Korintus ini suatu pelayanan yang strategis bagi Rasul Paulus. Karena berita injil yang didengar di Kota Korintus akan sampai dibawa orang keseluruh penjuru dunia. Latar belakang surat Rasul Paulus yang kedua ini berbeda dengan surat Rasul Paulus yang pertama. Rasul Paulus menulis surat ini ke Jemaat di Korintus karena terjadi masalah. Dimana orang-orang Kristen Jahudi berpegang kepada Hukum Taurat dan tentang Rasul Paulus  masih diragukan orang-orang Kristen Yahudi yang berpegang kepada Hukum Taurat  dan  mereka kurang mengakui kerasulan Paulus.  Oleh sebab itu Rasul Paulus menulisnya dengan tujuan untuk memberikan Penghiburan kepada Jemaat. Rasul Paulus menceriterakan didalam Suratnya yang kedua ini sejarah dan riwayatnya. Dia menerangkan tentang sifat dan perangainya. Rasul Paulus  menerangkan, kalaupun dia menderita didalam pelayanannya, tujuannya supaya dengan penderitaannya itu, Rasul  Paulus mampu untuk menghibur anggota jemaat yang mengalami penderitaan II Korintus 1,1-11

Ayat 17-18: Jadi siapa yang ada didalam Kristus …………….dst. Untuk mengetahui lebih dalam pengertian dari Nast ini, kita harus membaca ayat 16 yang menjelaskan penilaian menurut ukuran manusia. Yaitu: Sebab itu kami tidak lagi menilai seseorang menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut  ukuran manusia, sekarang tidak lagi menilaiNya demikian. Maksudnya sebelum Rasul Paulus dipanggil menjadi Rasul, dia menilai Kristus menurut ukuran manusia. Sehingga pada waktu itu diusirnya seluruh orang yang percaya kepada Kristus dari Jerusalem. Sehingga Rasul Paulus menyadari, bahwa dia tidak menilai Kristus menurut ukuran manusia lagi. Oleh sebab itu, siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Menurut Paulus,  menilai seseorang bukan lagi menurut ukuran manusia, tetapi menilainya adalah bila dia berada didalam Kristus, orang itu sudah menjadi ciptaan yang baru dan yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: Bagaimana seseorang dulu dia lahir diluar Kristus kemudian dia berada didalam Kristus ? Manusia lahir didunia ini, dan berada didalam ruang lingkup dosa. Kemudian bagaimana dia berada lagi didalam Kristus ? Persoalan sekarang: bagaimana seseorang yang berada didalam ruang lingkup dosa kemudian pindah lagi dan berada didalam Kristus ? Rasul Paulus menyatakan kalau manusia menilai menurut  ukuran manusia suatu hal yang tidak mungkin. Tetapi Lukkas 18 ayat 27 Kata Jesus: Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Apabila manusia sudah berada didalam Kristus, maka yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Berarti kalau dulu berada didalam dunia maka cara berpikirnya adalah mengikuti dunia dan kalau dia sudah berada didalam Kristus maka cara berpikirnya sudah berpikir secara Kristen atau selalu berdasarkan dengan ukuran Kristus. Sekarang inisiatip yang datang adalah dari Allah dan bukan atas usaha manusia. Inisiatip yang datang dari Allah itu ialah memperdamaikan Allah dengan manusia. CaraNya Allah memperdamaikan manusia  dengan Allah  ialah berada didalam  Jesus Kristus. Artinya: Sejak manusia itu sudah jatuh kedalam dosa, maka muka Allah sudah tersembunyi dari manusia, tidak boleh lagi melihat muka Allah. Jadi dosa manusia itu yang membuat jurang pemisah antara Allah dengan manusia. Oleh sebab itu Tuhan Jesus datang untuk mempersatukan manusia dengan Allah. Nilai untuk mempersatukan manusia dengan Allah harus dengan pengorbanan diri Jesus dikayu salib. dibukit Golgata. Itulah yang kita sebutkan usaha memperdamaikan itu tidak datang dari usaha manusia. Tetapi adalah yang datang dari inisiatip Allah sendiri.

19. Allah memperdamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggarannya. Tetapi berdasarkan kasih karunianya sehingga Jesus Anaknya yang tunggal diutusnya datang kedunia ini.Jadi pendamaian itu datang dari inisiatip Allah sendiri dan bukan karena diminta manusia. Disampingt itu pendamaian dari Allah tidak lebih dahulu memperhitungkan pelanggaran manusia terhadap hukum tauratnya.Seandainya Allah membuka catatan pelanggaran manusia, tidak mungkin manusia itu diperdamaikan dengan dirinya. tetapi saeluruh dosa dan pelanggaran manusia dihadapanNya sudah wajar manusia harus dihukum. Tetapi pelanggaran dan dosa manusia tidak diperhitungkan oleh Tuhan Allah.

20-21: Rasul paulus menamakan dirinya utusan Allah, Artinya: Utusan Allah disebut juga duta-duta Kristus. Rasul paulus juga sebagai utusan kristus hanya memberitakan apa yang dikehendaki oleh yang  mengutusnya yaitu jesus Kristus. Oleh sebab itu sebagai utusan kristus menasihatkan jemaat di Korintus, supaya menyerahkan dirinya didamaikan dengan Allah nmelalui Salib Tuhan Jesus.  Sungguh baik Tuhan Allah kita yang memperdamaikan diri kita dengan Allah melalui Salib Kristus. A m i n. Tuhan Jesus memberkati Saudara.

 

 

 

 

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

| Meninggalkan komentar

ULANGAN 26 Ayat 1-4:

Nast untuk bahan kotbah pada hari minggu tgl. 17 Juli 2011 tertulis didalam kitab Ulangan 26,1-4. Menurut Kitab Perjanjian Lama yang berbahasa Junani di Septuaginta (LXX) , Kitab Ulangan ini dituliskan namanya: DEUTRONOMION Dan didalam Vulgata tertulis Deutronomium artinya : Pengulangan Hukum Taurat kemungkinan dari pengertian inilah sehingga didalam Alkitab bahasa Indonesia disebutkan Kitab Ulangan dan didalam Alkitab bahasa Batak (BIBEL) disebutkan:  5 Musa.  Susunan kitab Ulangan ini adalah sebagai berikut: Pasal 1-11:  Amanat Musa yang bersifat Pendahuluan; 12-26: Pemberian Hukum yang dilakukan Musa dihadapan bangsa Israel.; 27-34: Cerita dan Amanat serta berita tentang Kematian Musa.

Jadi Nast kita adalah golongan ke II Pemberian Hukum Pasal 12-26. Didalam Kitab Ulangan 26 ayat 17 C tertulis: dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan akan berpegang pada ketetapan, Perintah, serta peraturanNya.……..dst; Jadi Hukum yang diberikan itu ada tiga jenis yaitu: Peraturan, Ketetapan, dan Perintah.

ad. Ketetapan: Didalam bahasa Ibrani ketetapan disebutkan “khoq” kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya “Mengukir” Maksudnya bahwa Khoq itu adalah peraturan yang permanent. Khoq atau ketetapan itu berbeda dengan peraturan. Dimana Ketetapan itu terkait dengan  hati nurani dan Allah. Sedangkan peraturan berkaitan dengan pengadilan. Jadi sebagai pedoman bagi hakim pada waktu mengadili perkara dipergunakan  adalah peraturan-peraturan.

ad. Perintah: Perintah dipergunakan pada salah satu jenis. Tetapi perintah itu dibatasi artinya tidak bersifat perintah mengenai suatu kewajiban yang abadi. Artinya kalau sudah dilaksanakan perintah itu maka untuk selanjutnya tidak ada lagi, karena isi perintah itu sudah dipatuhi. Misalnya diperintahkan untuk menghancurkan kuil-kuil orang kafir. Jadi kalau kuil orang kafir itu sudah dihancurkan berarti tidak ada lagi isi perintah untuk menghancurkan kuil orang kafir.

ad. Peraturan: Jenis Peraturan ini kita baca didalam Keluaran 21. Kalau kita membaca Keluaran 21, Kita melihat peraturan itu berisi peraturan yang mengatur hak dan kewajiban seseorang dengan orang lain. misalnya: antara majikan dengan hamba.

Dari keterangan diatas maka nast kita didalam Kitab Ulangan 26 ayat 1-4 adalah termasuk ketetapan. Karena didalamnya hukum yang tertulis pada nast ini terkait dengan diri atau perilaku manusia denganAllah.                                                        Exegese (Tafsiran):

1-2: Apabila engkau telah sampai kepada Negeri yang diberikan…………dst. Dahulu setelah Tuhan Allah membubarkan rencana manusia yang akan membangun menara Babel, maka Keluarga Abram pergi kearah Ur kasdim, dan dari sanalah Abram dipanggil oleh Allah supaya keluar dan pergi ke tanah yang akan ditunjukkan oleh Allah.( Kejadian 12 ayat 1-5).Dimana tanah yang ditunjukkan itu masih belum diketahui oleh Abram. Tetapi ditahun kemudian tanah itu telah ditunjukkan oleh Tuhan dan akan diberikan kepada Keturunan Abram (Kejadian 17 ayat 8). Sekarang didalam Nast ini, Tuhan melalui Musa mengatakan apabila mereka masuk ke negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu dan engkau mendudukinya dan diam disana. Artinya tanah itu adalah yang diberikan Tuhan bukan karena diwarisi dari Nenek moyangnya. Dahulu mereka tidak memiliki tanah apalagi  ketika masih berada dibawah kekuasaan perbudakan di Mesir   hanya sebagai budak, tetapi sekarang Tuhan sudah memberikannya kepada mereka menjadi tanah pusaka. Artinya tanah itu menjadi Hak milik mereka.Dimana mereka bebas memanfaatkan tanah itu dan tetap berdiam selama hidupnya. Mereka bukan lagi sebagai orang musafir dan bukan lagi seperti yang di Mesir berdiam ditempat tanah yang bukan miliknya.Ditempat tanah yang diberikan Tuhan itu bangsa Israel hidup sesuai dengan Perintah dan Peraturan serta ketetapan Tuhan (Baca Ulangan 4 ayat 1-2). Salah satu kewajiban yang ditetapkan oleh Tuhan bagi mereka ialah: Harus membawa hasil pertama dari bumi yang mereka kumpulkan.Bila kita perhatikan didalam Ulangan 14,22-29 istilahnya adalah persepuluhan. Demikian juga menurut kejadian 28,22 istilahnya persepuluhan. Tetapi didalam nast kita sekarang istilahnya adalah buah pertama. Perbedaan ini bukanlah perbedaan yang prinsipil melainkan hanya perbedaan istilah saja. Kalau disebut persepuluhan adalah hanya memperlihatkan secara rinci saja dan secara excak. Kalau buah pertama memang tidak terperinci berapa banyak jumlahnya. Tetapi menurut pendapat saya lebih baik buah pertama. Kalau istilah persepuluhan berarti jumlahnya sepersepuluh dari yang diperoleh dari hasil yang dicapai. Pada hal sudah lebih dahulu dinikmati hasilnya baru kemudian diberikan sepersepuluh. Tetapi kalau buah pertama bermaksud, yang pertama diutamakan adalah Tuhan Allah. Itulah sebabnya jangan kalau sisa-sisa atau setelah lebih puas dia menikmati kemudian diserahkan kepada Tuhan. Yaitu: Harus membawa hasil  pertama dari tanah yang telah diberikan Tuhan itu, haruslah menaruhnya didalam bakul, kemudian pergi ketempat yang akan dipilih Tuhan untuk membuat namaNya diam disana.Perlu kita ketahui bahwa yang harus dipersembahkan adalah hasil yang pertama dari tanah yang mereka diami.Artinya, bahwa hasil tanah yang mereka persembahkan adalah  yang belum pernah dinikmati. Artinya, dari hasil tanah itu yang lebih dahulu mencicipi ialahTuhan. Artinya bukan sisa-sisa yang  diberikan kepadaTuhan. Sebenarnya persembahan yang seperti ini disebut persembahan persepuluhan. Sekarang Nast ini perlu kita renungkan, bagaimanakah sikap atau keberadaan kita bila kita menyerahkan kepada Tuhan ? Apakah setelah lebih dahulu kita Nikmati hasil pekerjaan kita baru belakangan kita persembahkan kepada Tuhan ?

3-4:Didalam Nast ini diberitahukan bagaimana caranya untuk mempersembahkan buah pertama itu. Sesampainya kepada Imam haruslah engkau berkata kepadanya: AKU MEMBERITAHUKAN PADA HARI INI PADA TUHAN, ALLAHMU, BAHWA AKU TELAH MASUK KE NEGERI YANG DIJANJIKAN TUHAN DENGAN SUMPAH PERJANJIAN KEPADA NENEK MOYANG KITA UNTUK MEMBERIKANNYA KEPADA KITA. Maka Imam menerima bakul itu dari tanganmu dan meletakkannya di depan mezbah Tuhan AllahMu.

Jadi buah pertama yang dipersembahkan dan diberikan kepada imam, harus di sampaikan dengan pernyataan, bahwa buah pertama dipersembahkan itu adalah sebagai pertanda dan sebagai kesadaraan, bahwa itu sebagai jawaban kepada Tuhan Allah atas pemberiannya atau sebagai pertanda bahwa Tuhan telah menggenapi janjiNya yang diucapkanNya kepada Nenek moyangnya. Pernyataan ini perlu kita renungkan, bahwa apakah jawaban kita terhadap Tuhan bila janjinya telah digenapi didalam hidup kita ini. Mungkin kita memberikan buah pertama kepada Tuhan krena kita sudah beruntung atau sudah berhasil didalam pekerjaan kita. Hal ini perlu kita bandingkan dengan kebiasaan yang kita lakukan di Gereja kita dengan cara mengajukan lelang yang lebih tinggi. Apakah sewaktu kita melakukan lelang di Gereja itu dengan jutaan rupiah karena persaingan dengan anggota jemaat yang lain atau karena kita sudah merenungkan bahwa Tuhan Allah sudah menggenapi janjiNya didalam hidupku ! Tuhahn Allah itu sungguh baik, Dia tidak menghukum kita sesuai dengan perbuatan kita seperti di pengadilan. Tetapi dia menggenapi janjinya didalam Kejadian 3 ayat 15 sehingga Jesus disalibkan di Bukit Golgata. Apakah jawaban kita untuk itu ? A m i n. Tuhan Jesus membekati saudara.

| Meninggalkan komentar

MAZMUR 33 AYAT 1- 9 PUJILAH TUHAN

Pendahuluan: Nast yang menjadi bahan kotbah di Hari Minggu ini tertulis didalam buku MAZMUR 33 ayat 1 – 9. (Oleh sebab itu sangat penting kita bahas tentang pengertian daripada Mazmur ini. Bangsa Yahudi yang berbahasa Ibrani menamai buku ini  “SEFER TABILLIM ” artinya: Kitab puji-pujian atau disingkat dengan “TEBILLIM”. bUKU SEPTUAGINTA ( LXX) atau alkitab perjanjian lama yang berbahasa Junani tertulis”PSALMOS” atau nyanyian yang diiringi dengan kecapi. Atau dijaman sekarang bernyanyi sambil diiringi dengan petikan gitar.  Didalam bahasa Arab disebutkan “TAHLIL”  Agama Kristen menyebutkan ‘NYANYIAN PUJI-PUJIAN” Tebillim atau kitab Mazmur adalah sebagai buku nyanyian atau buku yang berisi doa pribadi dan doa-doa Raja atau Doa yang bertugas didalam bait Allah. Misalnya kalau bangsa Jahudi melakukan ibadah didalam Bait Allah. itulah sebabnya Kitab Mazmur ini bukan hanya berisi nyanyian tetapi juga berisi doa. Jemaat Kristen sering membuat bacaan dari Kitab Mazmur ini ketika beribadah di Gereja.

Pembagian Nast : 1-3: Seruan supaya selalu memuji Tuhan.

4-9: Kekuasaan Firman Tuhan

1-3: Seruan supaya memuji Tuhan: Tuhan Allah akan segera menyelamatkan bangsanya (umatnya) Supaya mereka bersorak sorai. Karena Tuhan sudah Mengikat umatnya dengan perjanjian yang baru, itulah sebabnya jugaTuhan menghimbau umatNya supaya bersorak sorai untuk memuji Tuhan. Jeremia 31 yat 7 dan yesayas 54 ayat 1 mengatakan: Alampun  akan bersorak sora i karena Tuhan membebaskan umatNya. Kalau kita meneliti nast ini terutama tentang bahasa Aslinya yaitu Bahasa Ibrani untuk bersorak sorai menyebutkan: RANNENU BENTUK PLURAL ATAU ISTILAH ITUDITERIAKKAN ORANG YANG BANYAK YANG MENGUCAPKAN = rennenu bahwa mereka  dengan orang banyak DENGAN BERSEMANGAT: RENNENU ! artinya: REJOICE, BERGEMBIRA DENGAN SENANG. ADA AHLI YANG MENGATAKAN, BAHWA rannenu ITU ADALAH ISTILAH YANG DIPERGUNAKAN oleh seorang ibu yang BARU melahirkan anaknya. Pada waktu proses kelahiran anak itu, ibu yang melahirkan itu mengucapkan Rannenu artinya dia berteriak walaupun dalam keadaan yang sangat mengerikan dia bersorak-sorak karena anaknya lahir dalam keadaan hidup. Jadi suara ibu Rannenu itu bukan teriakan minta tolong, tetapi suatu teriakan dengan bersemangat karena merasa senang walaupun dalam keadaan yang melahirkan itu suatu kengerian yang dideritanya tetapi dia berteriak dengan gembira. Secara umum dapatlah dikatakan teriakan bersorak sorai itu kedengaran dari orang yang sudah merasakan penderitaan, tetapi karena dia selamat dari penderitaan itu berkumandanglah suaranya yaitu RANNENU sebagai tanda kegembiraan. Dari ayat 1-3  bERSORAK SORAI bukan dengan berpura-pura. Dia bersorak sorai dengan bernyanyi yang diiringi oleh kecapi. serta mengingat Tuhan yang menyelamatkan dia dari penderitaannya. SUARA YANG BERSORAK SORAI YANG DIKUMANDANGKAN BUKANLAH SECARA MUNAFIK ATAU BERPURA-PURA, MELAINKAN dengan benar dan jujur secara terbuka dihadapan Tuhan.

4-9: Pujipujian kepada Tuhan: karena firmannya. Karena Firman Tuhan itu benar dean juga sangat berkuasa. Dimanakah kekuasaan Firman Tuhan itu ? Kita baca didalam penciptaannya yaitu kejadian 1 dan 2. Dimana firman Allah didalam bahasa Ibrani disebutlkan: DABAAR. Dabar itu sangat dinamis dan sangat berkuasa. Karena dengan firmannya langit dan bumi besrta isinya dapat dijadikan . Satu hal kekuasaan Firman Allah (DABAAR) itu ialah: Firman itu dapat menjadikan dari yang tidak ada bisa  menjadi ada. Manusia hanya mampu membuat sesuatu kalau sudah lebih dahulu tersedia bahan bakunya. Tetapi kalau Firman Akllah tanpa lebih dahulu tersedia bahan bakunya, mampu menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada. (Baca kekuasaan Firman Allah Ibrani 4 ayat 12)Satu lagi yang perlu kita ketahui tentang keberadaan Firman Allah yaitu: Firm,an Allah Sudah ada sebelum dunia/Bumi ada, Firman Allah itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohannes 1 ayat  1.). Firman Allah itu adalah benar, artinya Firman Allah itu bukan sandiwara bahkan Firman Allah itu senang akan keadilan dan Hukum. Firman Allah itu bukan pintar berpolitik dan bukan pintar bersilat lidah dan Firman Allah itu bukan seperti kata-kata didalam Pidato pada waktu kampanye. Kalau kita buka catatan pidato pada waktu kampanye dulu alangkah enaknya kita dengar misalnya: Akan diusahakan damai, persatuan, berantas korrupsi. Tetapi sampai sekarang sampaai dimana realitasnya ? Sedangkan membangun rumah ibadahpun susah. Firman Allah itu tidak hanya hari-hari omong kosong. Tetapi apa yang direncanakan pasti dipenuhi. Kalau dikatakan Firman Allah senang kepada Keadilan dan hukum artinya keadilan itu diatur oleh Hukum.  Keadilan tidak diatur oleh logika atau otak manusia. Maka keadilan dan hukum yang seperti itulah yang disenangi oleh Firman Allah. FRirman Tuhan itu sangat melindungi ciptaannya, dimana Firman Allah itu mengusahakan supaya laut itu dikumpulkan seperti air didalam bendungan, Firman Allah menjadikan kekuatan untuk menahan air yang berada diatas cakrawala supaya manusia dan mahkluk hidup yang lain bebas untuk menikmati ciptaan Allah itu.  Oleh sebab itu Firman Allah tidak terpisah daripada keberadaan Allah . Dimana Tuhan Yahweh berfirman, maka seluruh yang direncanakannya pasti terjadi. Kesetiaan Firman Allah itu ialah Yohannes 1 ayat 14: Dialah Yesus yang menyelamatkan manusia. Sungguh baik Tuhan Allah kita, yang Maha Pengasih. A m i n . Tuhan Jesus memberkati Saudara.

| Meninggalkan komentar

imamat 25, 1-10:TAHUN SABAT DAN TAHUN YOBEL

Buku Imamat adalah buku yang ke III dari buku kitab Taurat dan orang yahudi menyebutkan:WAYYIQRA artinya: Dia memanggil. Buku Imamat ini disebut juga buku yang berisi tentang hukum Imam-imam. Juga disebut “Sefer kohamim” artinya: Hukum persembahan. Mungkin pengertian ini dikutip dari tugas-tugas dari para Imam yang mempersembahkan Kurban didalam Bait Allah. Buku Septuaginta(LXX) menyebutkan  buku Imamat ini: ‘leuitikon” . Alkitab yang berbahasa Latin menuliskan :” LEVITICUS” .
Susunan buku Imamat:
1,1-7,38 : Hukum-hukum Persembahan
8,1-10,20 : Pelayanan di dalam kemah pertemuan
11,1-15,33: Hukum tentang kesucian serta ke Ke Najisan
16,1-34 : Hari Raya Pendamaian
17,1-25,55: Tahun Sabat dan Tahun Yobel
26,1-46: Janji-janji dan peringatan
27,1-34 : Penilaian dan Penebusan.
Nast kita sekarang: Imamat 25,1-10: Tahun Sabat dan Tahun Yobel.
25-1-7: Tahun Sabat: Nast ini sudah ada dituliskan ketika Nabi Musa menerima Hukum Taurat dari Tuhan di atas bukit Gunung Sinai yaitu Keluaran 23, 10-11: Enam tahunlah lamanya engkau menabur ditanahmu dan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya  begitu saja. Tetapi buah yang tumbuh dari tuaian itu jangan kamu tuai dan buah pohon anggur jangan kamu petik  supaya orang miskin diantara bangsamu dapat makan dan yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan untuk dimakan binatang hutan. Berarti kalau kita teliti mulai dari ayat 1-2 Tuhan Allah berfirman kepada nabi Musa ketika masih berada digunung Sinai pada waktu menerima Hukum Taurat dari Tuhan Allah. Setelah bangsa Israel sudah masuk ke tanah perjanjian, mereka harus menguduskan Tahun Sabat.Cara menguduskan tahun Sabat itu ialah: Enam tahun lamanya mereka menabur dan juga enam tahun lamanya mereka merantingi pokok anggurnya dan menuai serta mengumpulkan buahnya. Tetapi selama satu tahun tanah tidak boleh ditaburi dan kebun anggur tidak boleh dirantingi. Jadi tanah dan ladangpun harus diberikan istirahat. Seluruh yang tumbuh sendiri(yang tumbuh bukan karena hasil yang ditabur) dari tuaian itu tidak boleh dituai dan buah anggurpun tidak boleh dirantingi,karena tumbuh adalah karena usaha Tuhan sendiri.  Atau hasil tanah selama Sabat itu haruslah menjadi makanan mereka dan makanan orang miskin, makanan budak dan makanan yang menumpang ditanah mereka, dan juga makanan bagi ternak serta binatang hutan yang liar.

Dari keterangan diatas dapat kita kembangkan, bahwa tanahpun haruslah istirahat dan tidak boleh ditaburi dan dituai. Artinya manusia tidak boleh semaunya terhadap tanah itu, karena tanah itu adalah pemberian berkat Tuhan dan hasil ciptaan Tuha. Oleh sebab itu kita bandingkan pada jaman  ini, manusia berbuat seenaknya terhadap tanah/bumi yang didiami tanpa memperdulikan  bahwa pemilik tanah itu adalah Tuhan. Tanah itu bukanlah tanah yang tidak bertuan. Karena gara-gara tangan jahil dan otak kotor manusia, sampai kepada penebangan hutan yang ilegal yang merusak sehingga banjir membawa korban manusia dan makhluk hidup. Terjadinya pencemaran udara, pembuangan air limbah industri yang mengadung zat kimia yang membunuh makhluk hidup dan merusak tanah. Sekarang nast ini mewajibkan kita,  kuduskan tanah itu dalam tahun Sabat. Seluruh yang tumbuh itu jadikanlah itu menjadi hak yang sama bagi seluruh manusia dan seluruh makhluk.

8-10: Tahun Yobel: Setelah bangsa Israel sudah sampai ke tanah kanaan, mereka harus menghitung 7 tahun sabat yang sama dengan 49 tahun , dan sampai tahun ke 50, mereka harus memperdengarkan sangkakala pada waktu bulan ketujuh tanggal 10 bulan itu dan pada waktu memperdengarkan bunyi sangkakala itu, mereka harus mengingat bahwa hari itu adaalah hari pendamaian  dan seluruh bangsa Israel haruslah menguduskan tahun ke 50. Ketika sangkakala diperdengarkan, terjadilah pembebasan dikalangan bangsa Israel. SELURUH MEREKA HARUS KEMBALI KETANAH MILIKNYA DAN KEPADA KAUM ATAU SEPUPUNYA, demikian juga setiap hak milik harus kembali kepada sipemilik aslinya dan hutang-hutang dinyatakan lunas pembayarannya. Tahun ke 50 ini disebutlah tahun Yobel Artinya Yobel adalah tanduk domba. Tanduk domba itulah dibuat seperti soara terompet yang disebut “SANGKAKALA”. Maka setiap Sangkakala diperdengarkan, pada saat itu sudah terjadi pembebasan. Tidak ada lagi penindasan, tidak ada lagi penyiksaan, tidak ada lagi pemancungan. Agama yang percaya kepada Jesus Kristus Juru Selamat tidak melakukan hukum pemancungan atau tidak ada lagi kekerasan atau pengrusakan. Baik untuk memakasa orang masuk agama.Sekarang dimanakah diperdengarkan Sangkakala itu ? Lihatlaah Salib Kristus dibukit Golgota bukan digunung Sinai. Sangkakala yaitu Salib Kristus memerdekakan kita artinya: tidak adalagi pemancungan, tidak adalagi penindasan kekuasaan politik tidak ada lagi penindasan ekonomi. Sekarang Salib Kristuslah Sangkakala itu yang berdiri dibukit Golgata. Alangkah baik dan sungguh baik Allah kita. Amin. Tuhan Jesus memberkati saudara !

| Meninggalkan komentar