ALLAH TRINITAS (ALLAH TRITUNGGAL)

Minggu tgl. 19 Juni 2011 sudah tiba pada minggu Trinitas atau Tritunggal. Sering orang menerjemahkannya Tiga tetapi satu. Sehingga banyak orang tidak menerima dan tidak percaya tentang ke Trinitas Tuhan Allah. Mereka mengatakan, mana mungkin tiga tetapi satu. Kalau tiga tetap tiga dan satu tetap satu. Tidak mungkin bisa terjadi 1 +1+1=1 melainka jumlahnya adalah tiga. Oleh sebab itu mereka yang tidak menerima Trinitas Tuhan Allah itu  menganggap orang Kristen itu orang kapir. Tetapi Trinitas atau Tritunggal Allah tidak boleh diterima dengan perhitungan matematika, melainkan diterima hanya melalui Iman. Memang kalau kita mencari didalam Alkitab, tidak  ada tertulis Trinitas atau Tritunggal Allah. Melainkan tertulis Tuhan itu  adalah Esa. Dahulu seorang yang bernama Astanasius pernah mengatakan bahwa Allah yang diceriterakan didalam Perjanjian Lama berbeda dengan Allah yang diceriterakan didalam Perjanjian Baru. Allah didalam Perjanjian Lama begitu kejam, banyak manusia dan makhluk hidup yang mati karena air Bah . Tetapi Allah yang diceriterakan didalam Perjanjian Baru adalah Allah yang Maha Pengasih. Dia menghidupkan orang yang sudah mati, Dia saja rela mati untuk seluruh manusia dan seluruh makhluk hidup. Tetapi pada abad yang ke II muncul doktrin dari Tertullianus yang mengatakan: Trinitas atau Tritunggal Allah dimana doktrin tersebut berkembang sampai dengan pendapat dari Origenes tentang Logos atau Firman Allah., kemudian berkembang lagi sampai kepada putusan Konsili Nicea ,dirumus kanlah Trinitas atau Tritunggal menjadi doktrin Theologia orang Kristen. Akhirnya Trinitas atau Tri Tunggal Allah disebutkan:  Allah itu adalah satu atau Esa didalam diriNya, tetapi Allah itu datang kedunia ini dengan tiga cara berada yaitu: Allah Bapa sebagai Pencipta, Allah Anak adalah Firman Allah yang menjadi Manusia ( Johannes 1, 1 dan Johannes 1,14) itulah yang Lahir dari kandungan Maria dan di Salibkan untuk keselamatan manusia dan kemudian datang lagi dengan Roh Kudus dan berdiam didalam diri manusia untuk menuntun manusia supaya percaya Kepada Tuhan Allah.

Didalam Nast ini dijelaskan ke Tritunggalan Allah itu menjadikan manusia menjadi Hambanya.(Yesayas 6 ayat 1-13.

Ayat 1-4: Jesaya melihat kemuliaan Allah pada saat kematian Raja Uzia  Raja Bangsa Jehuda. Raja Uzia adalah Raja yang diangkat oleh bangsa Jehuda untuk menggantikan ayahnya Raja Amazia. Ketika Uzia dinobatkan menjadi Raja baru berumur 16 tahun atau jaman sekarang disebut masih  masa Remaja. Sejak tahun 792-740 SM atau kurang lebih Raja Uzia menjadi Raja Jehuda selama 52 tahun. Pada saat Raja Uzia menjadi Raja, bangsa Jehuda banyak menikmati kemakmuran. Raja Uzia sudah pernah menaklukkan bangsa Arab, Filistin, Bangsa Amon,  Bangsa yang ditaklukkannya itu harus membayar upeti kepada Kerajaan Uzia. Tetapi ketika Raja Uzia mati, rupanya bangsa Jehuda melakukan kebaktian atau ibadah didalam Bait Allah. Pada saat itu Jesaya melihat Tuhan Allah duduk diatas SinggasanaNya dengan kemuliaannya dan menjulang , ujung jubahnya memenuhi Bait suci. Malaekat serafim berdiri masing-masing mempunyai enam sayap. Dua sayap menutupi muka mereka, dua sayap menutupi kakinya, , kemudian dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Para serafim berseru ke kepada seorang, kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaannya. Pada saat Serafim itu menyanyi, bergoyanglah alas pintu, dan rumah itu penuh dengan Asap. Seluruh peristiwa itu memperlihatkan kemuliaan Allah. Didalam Alkitab ini, kita baca tentang malaekat terdiri dari 4 (empat) golongan yaitu: a). Kerubim: Kejadian 3 ayat 24; Kerubim itu bertugas menjaga tempat-tempat yang tidak boleh dikunjungi oleh Manusia yang berdosa. b).Michail: Daniel 10,13+21 bertugas  untuk membangkitkan orang dari antara orang yang mati Daniel 12, 1 dan 1 Tessalonika 4, 16; c). Jibrail: Lukkas 1, 19+26. Daniel 8, 16; Daniel 9,21. Malekat ini bertugas menjelaskan khayalan kepada Daniel. Selain itu Malaekat ini bertugas sebagai pahlawan untuk melawan kekuasaan yang anti kepada Allah. Ada lagi tugas yang memberitakan tentang kelahiran  Anak Allah di Betlehem. d). Malaekat Serafim. Jesayas 6; Wahyu 4, 8 Malaekat ini bertugas melayani Allah atau yang memimpin kebaktian didalam Surga Takhta Allah, dan juga menyanyi untuk memuliakan Tuhan Allah. Serafim ini mengelilingi Singgasana Tuhan Allah. Demikianlah didalam Nast ini Para Serafim menunjukkan kebesaran kemuliaan Allah. Jadi keterangan diatas bahwa Alangkah indahnya dan megahnya kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah itu tidak bersumber dari manusia atau dunia ini. Kemuliaan Allah tidak dijaga oleh Tentara manusia. Melainkian cukuplah Malaekatnya mengelilingi Dia dan memuliakan ALLAH. Allah tidak perlu dijaga, Allah tidak perlu dikawal manusia. Malaekatnya cukup untuk mengawal Dia.

5-8. Pada saat nabi Jesaya melihat Kemuliaan Allah dan mendengar nyanyian para Malaekat serafim tadi, Nabi Jesaya terkejut serta malakukan retrospeksi terhadap dirinya sehingga dia menyatakan dan berteriak, celakalah aku, Aku binasa, Aku ini seorang najis, dan tinggal ditengah-tengah bangsa yang najis. Kalau kita memahami, Nabi Jesaya menjadari bahwa dia tidak patut melihat kemuliaan Allah yang be3gi8tu megah dan indah dibanding dia adalah orang Najis dan berdiam ditengah-tengah  oarng-orang Najis. Tetapi walaupun demikian nabi Jesaya masih diperkenankan untuk melihat kemuliaan Allah Tuhan semesta Alam. Didalam ayat ini, Tuhan Allah itu sungguh baik, masih menyuruh malekatnya membawa bara api dan disentuhkannya kebibir Nabi Jesaya dan bara itu adalah lambang kehadiran Roh Kudus yang membakar seluruh dosa. Kerendahan diri Jesaya yang menjadari dirinya orang Najis dan berdiam ditengah-tengah orang Najis. Jadi Kemahamurahan Allah yang mengampuni Nabi Jesaya. Sekarang Tuhan Allah menjadikan Jesaya menjadi manusia yang baru dan mengutus Jesaya menjadi pelayan ditengah-tengah bangsanya. Demikianlah Trinitas atau Tritunggal Allah y6ang memperlihatkan kemuliaan tuhan Allah dan bekerja untuk mengampuni manusia yang berdosa. Sungguh Allah itu Baik. A m i n. Tuhan Jesus memberkati Saudara.

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s