IMPLEMENTASI JIKA KITA BERADA DALAM KASIH ALLAH

I Yohannes 4 ayat 16,b- 21:
Pendahuluan: Sekarang kita sudah berada di abad jaman modernisasi, dimana hidup manusia telah dipengaruhi oleh Jaman industrialisasi, dan Globalisasi. Politik, Ekonomi, teknologi telah diutamakan dan hukum keadilan menjadi ketinggalan. Mungkin hal ini terjadi karena seluruh dunia sekarang sudah menganut perdagangan bebas. Sehingga persaingan hidup semakin tajam. Itulah kenyataan yang kita lihat didalam hidup sehari-hari. Apalagi sekarang ini Pemilik modal terbanyak akan menguasai Hukum keadilan dan politik sekarang ini. Dimana falsafah si Darwin menjadi kenyataan, yaitu: Orang yang lemah akan ditindas/ditelan/ditaklukkan orang yang kuat. Kita perhatikan sekarang pemilik Modal besar sudah menguasai pasaran, Plaza-plaza tumbuh dikota-kota besar, dan sampai kepelosok Indomaret telah muncul akibatnya pedagang tradional menjadi hanyut. Latar belakang ini mengajar manusia lebih dahulu mengandalkan akal daripada iman. Sehingga hal-hal yang tidak masuk akal tidak diterima. Makanya Iman dan kasih sudah terbelakang sekarang ini. Oleh sebab itulah Yohannes didalam suratnya ini mengatur bila kita sudah berada didalam Kasih Allah, kita perlihatkanlah Implementasinya didalam hidup kita sehari-hari. Yohannes sudah melihat perkembangan dari aliran sesat. Aliran sesat itu mengajarkan tentang Gonstis. Salah satu ajarannya ialah: Tidak mungkin Allah menjadi manusia, karena daging manusia adalah tidak sempurna dan jahat. Ajaran ini ditentang oleh Yohannes dengan cara bagaimana implementasi bila kita berada didalam kasih Allah.
16-19: Kita mengenal dan percaya akan Kasih Allah. Apa dan dimana kasih Allah itu ? Ayat 10 menjelaskan, Inilah Kasih Allah itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang mengasihi kita. Dimana Anaknya Jesus telah diutus sebagai perdamaian bagi dosa-dosa kita. Band. Yohannes 3 ayat 16. Sekarang kasih itu disempurnakannya didalam diri kita. Sebagaimana dulu ketika Tuhan Jesus berada didunia ini, mulai dari Kandang Domba sampai ke Bukit Gogata. Dia ditolak sampai penyiksaan diatas Bukit Golgata. Manusia menggantung Jesus diatas Salib dan dipertontonkan kepada dunia ini. Manusia ada yang gembira dan ada yang mengejek walaupun darah Jesus sudah menetes dari atas. Seluruhnya penderitaan itu dipikul dengan kesadarannya demi untuk keselamatan dan pengampunan dosa manusia seperti yang tertulis didalam Lukkas 23 ayat 34. Sebagaimana Tuhan Jesus yang menerima penderitaan itu, demikianlah kita manusia yang mengenal dan percara akan kasih Allah, kepada kita selalu datang pergumulan dan kesulitan hidup. Sedangkan membangun Gerejapun ditolak dan ada Gereja yang dibakar dan dirusaki, dan ada anggota jemaat yang dipukuli sehingga opname dirumah sakit. Tetapi kita tetap tegar dan tidak goyah karena kita yang berada didalam kasih Allah itu akan menuntun kita supaya tidak takut dan berani untuk menghadapinya. Kita yang berada didalam kasih Allah tetap dituntun berani dan percaya terhadap Penghakiman yang akan datang. Seluruhnya akan jelas pada waktu penghakiman yang akan datang. Jadi Kasih Allah itu akan memperlengkapi kita untuk menerima rencana kehendak Allah.
19-21: Yohannes didalam suratnya ini bukan hanya berbicara secara theoritis melainkan mengajak kita supaya didalam hidup kita sehari-hari itu, nampak implementasi kita yang berada didalam kasih Allah. Ajaran theologi orang lain, mengatakan: Semakin banyak kita berbuat yang baik semakin banyak kita peroleh pahala. Atau berbuat dulu maka pahala akan banyak kamu terima. Atau semakin banyak kamu bayar sedekah maka semakin banyak pula kamu terima pahala. Tetapi Dr Marthin Luther berkata: You Cannot buy God. Ajaran Yohannes dan itulah ajaran orang Kristen. Allah yang lebih dahulu mengasihi kita karena itu kita harus mengasihi saudara kita. Percumalah kita mengatakan: kita mengasihi Allah pada hal kita sendiri tidak mampu mengasihi sesama manusia. Kalau orang lain kita harapkan menjadi orang Kristen marilah kita mengasihi dia. Tuhan Jesus mengajarkan supaya ajarannya diterima orang, Dia lebih dahulu mengasihi manusia. Allah tidak melakukan kekerasan terhadap manusia supaya menerima kehendaknya. Itulah Kasih Allah didalam hidup kita. Marilah kita implementasikan Kasih Allah karena Dia sungguh Baik. Amin. Tuhan Jesus memberkati saudara.

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s