Matius 21: 28-32

Pendahuluan.
Menurut para ahli, buku Matius ini ditulis antara tahun 72 dan tahun 85. Berarti setelah Jenderal Titus menghancurkan Yerusalem tahun 70 sesudah Kristus. Buku Injil Matius ini ditulis dalam bahasa Junani. Pada jaman itu walaupun Roma bahasa asli Latin, banyak juga masyarakat yang mengetahui bahasa Yunani. Matius menceriterakaan didalam injil ini tentang perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan Tuhan Jesus. Matius bermaksud menuliskan injil ini adalah memberikan penjelasan tentang cara perilaku orang Kristen yang hidup ditengah-tengah masyarakat heterogen atau masyarakat pluralisme dengan memperlihatkan bagaimana hidup atau perilaku orang Kristen untuk ditiru orang yang lain. Selain itu injil Matius bermaksud memberikan pengetahuan untuk orang Kristen tentang Dogma atau ajaran dan prinsip orang Kristen.
Matius lebih banyak menggarami jiwa dan adat dari masyarakat orang Yahudi apalagi pada golongan intellek orang Yahudi dan orang yang mempunyai kedudukan ditengah-tengah orang Yahudi. Itulah yang kita temui didalam Nast ini, dimana Tuhan Jesus berhadapan dengan tokoh-tokoh penentu orang-orang Yahudi.
Tafsiran:
Ayat 23. Tuhan Yesus sedang berhadapan dengan Para Imam-imam Kepala yang bertugas didalam Bait Allah untuk menyampaikan persembahan kepada Allah. Pada jaman itu, manusia tidak bisa langsung menyampaikan persembahan kepada Allah. Mereka harus melalui Imam. Itulah sebabnya Imam ini disebut sebagai Mediator kepada Allah. Mereka inilah yang datang kehadapan Tuhan Yesus. Jadi Nast ini adalah lanjutan perdebatan Tuhan Jesus dengan Para kaum imam-imam kepala ini. Tuhan Yesus menerangkan kepada para Imam-imam Kepala ini dengan bentuk perumpamaan. Maksudnya supaya lebih mudah dimengerti oleh mereka.
Ayat 28: Isi perumpamaan itu : Seorang mempunyai dua orang anak laki-laki. Ayahnya menyuruh anaknya yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan berjalanlah hari ini dalam kebun anggur. Ayahnya menyuruh anaknya yang sulung itu melihat dan bekerja dikebun anggurnya.
Ayat 29: Jawab anaknya: Baik, bapa. Tetapi dia tidak pergi.
Anak itu menjawab perintah ayahnya itu baik, tetapi masalahnya, perintah ayahnya itu tidak dilaksanakan. Artinya: Perkataan ayahnya baik tetapi walaupun itu baik, tidak dipatuhinya. Karena dia tidak pergi.
Ayat 30. Kemudian anak yang kedua dan dia menjawab: Aku tidak mau. ! Tetapi kemudian Ia menyesal lalu pergi juga.
Bila kita perhatikan jawaban dari kedua anak itu, dimana anak yang sulung, memahami bahwa perintah ayahnya baik, tetapi tidak dilaksanakan. Sedangkan anak yang kedua dia menjawab tidak mau. Tetapi kemudian dia menyesal lalu dia pergi.
Ayat 31: Tuhan Jesus meminta pendapat dari para Imam itu tentang siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan perintah ayahnya. Jawab mereka : Yang terakhir. Tuhan Jesus menanyakan bagaimana tanggapan dari para Imam Kepala itu. Berarti Imam Kepala mengetahui apa yang diinginkan oleh Tuhan Jesus. Tuhan Jesus menjawab mereka. Sesungguhnya, pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk kedalam kerajaan Allah.
32. Kenapa pemungut cukai dan perempuan sundal mendahului mereka ? Karena berita atau kotbah Johannes Pembabtis tidak dipercayai mereka tetapi Pemungut cukai dan perempuan sundal percaya kepada petunjuk Johannes Pembabtis. Mendengar kotbah Yohannes Pembabtis pemungut cukai dan perempuan sundal bertobat. Tetapi para Imam, Golongan Parisi dan ahli Taurat tidak mempercayai kotbah Yohannes Pembabtis.
Kesimpulan:
Dari Perumpamaan Tuhan Jesus ini, kita telaah bahwa, Anak yang kedua itu menyesal dan kemudian melaksanakan perintah ayahnya.
Renungan:
Kita sudah mendengar perkataan Tuhan Jesus dan kita mengetahui bahwa perintahnya itu adalah baik. Tetapi walaupun kita ketahui baik dan tidak kita patuhi. Selama hidup kita tidak pernah kita menyesali bahwa kita tidak melaksanakan perintahnya. Setiap minggu kita mendengar pengajaran Firman Tuhan dan setelah kita dengar tidak kita patuhi. Apakah terjadi didalam hidup kita penyesalan ? Oleh sebab itu, Penyesalan dan Kepatuhan itulah yang dikehendaki oleh Tuhan Jesus dari pada kita. Banyak orang Kristen dari caranya berdoa mengakibatkakan bulu roma kita berdiri. Kalau di Gereja kitalah orang paling dihormati, karena sudah banyak sumbangan kita pada pembangunan Gereja apalagi kalau persembahan dan Lelang kita lebih banyak dari anggota Jemaat yang lain.Sehingga kita sering seperti orang yang benar, dan mengetahui ayat-ayat, pintar menyanyi. Semuanya itu tidak berguna bila kita tidak menyesali seluruh perbuatan kita dihadapan Tuhan. Seluruh manusia tidak ada yang benar, tidak ada yang bersih dari dosa dihadapan Tuhan. Oleh sebab itu penyesalan sangat dibuhkan. Tuhan Jesus sudah disalibkan, marilah kita mendekatkan diri kepada Salib Kristus. Salib Tuhan Jesus memperlihatkan kepada kita Allah itu sungguh baik. A m i n. Tuhan Jesus memberkati anda.

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s