BERDOALAH TUHAN AKAN MENDENGAR

Lukas 11 ayat 1-8.

Nast yang tertulis tersebut disajikan menjadi Kotbah pada minggu tgl. 29 Mei 2011 ini. Dimana minggu itu dinamai minggu Rogate. Nama minggu Rogate ini dikutip dari Mazmur 66 ayat 20: ” Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhakan kasih setianya dari padaku.Kalau kita pahami ayat tersebut, berarti setiap orang yang berdoa pasti akan didengar oleh Tuhan. Dia adalah sang pencipta dari yang ada diatas dan dibawah bumi ini.Tuhan Allah itu berada di atas takhtanya disurga. Manusia bukan lagi bersama-sama dengan Dia mulai dari Nazzaret sebagaimana dulu dengan murid-muridnya. Mereka makan bersama-sama, berjalan secara bersama-sama, seperti kita duduk, dan berjalan bersama-sama dengan teman kita manusia yang lain. Dia sudah berada disurga ditempat yang Maha Tinggi. Itulah sebabnya minggu terakhir sebelum Dia Naik ke Surga dinamai minggu  ROGATE. Karena Dia sudah diatas takhtanya disurga, maka satu-satunya jalan supya bertemu dengan Dia adalah melalui Doa. Oleh sebab itu, kalau kita berdoa berarti kita sudah ada bersama–sama dengan Allah. Jadi didalam Doalah kita bertemu dengan Sang Pencipta kita yang Maha Kuasa dan Maha Kudus. Oleh Sebab itu Berdoalah Pasti Dia akan mendengar.

Nast kita didalam Injil Lukkas 11 ayat 1-8 ini ada juga tertulis sebagai Nast yang paralel didalam Injil Matius 6 ayat 9-13. Kalau kita perhatikan kedua injil itu terdapat perbedaan tetapi tujuannya adalah sama. Perbedaannya kita lihat antara lain:

Lukkas 11, 1-8 Murid-murid Tuhan Jesus meminta, supaya mereka diajari berdoa seperti Johannes Pembabtis mengajarkan cara berdoa kepada Murid-muridnya.

Mateus 6 ayat 9-13 Tuhan Jesus mengajar masyarakat Jahudi secara umum tentang cara berdoa. Mungkin pada waktu Kotbah dibukit baca (Matius Pasal 5 s/d Pasal 7). Tuhan Jesus sudah memperhatikan cara mereka berdoa, dengan munafik, dan ucapan kata-kata yang berteletele. Itulah sebabnya Tuhan Jesus mengajar mereka ketika berkotbah diatas bukit.

Jadi kalau kita pahami, maka kita katakanlah: Bahwa ajaran Tuhan Jesus tentang berdoa ini diucapkan kepada Umum Masyarakat Jahudi dan kemudian diucapkan lagi kepada Murid-muridnya secara khusus. ITULAH YANG TERTULIS DIDALAM INJIL LUKKAS 11, 1-8 INI. lATAR BELAKANGNYA: KARENA SALAH SEORANG MURIDNYA MELIHAT tUHAN JESUS BERDOA, SEHINGGA dia mendatangi Tuhan Jesus dan BERKATA KEPADA TUHAN JESUS: TUHAN AJARLAH KAMI BERDOA SEPERTI YOHANNES mengajar murid-muridnya berdoa.

2-4: Tuhan Jesus mengajari muridnya berdoa: Dengan sapaan yang pertama sebagai pembuka; Bapa dikuduskanlah NamaMu! Berarti Tuhan Allah yang disurga itu adalah kita panggil atau kita sapa dengan panggilan: Bapa ! Sebagaimana didalam keluarga, Bapa itu adalah yang bertanggung jawab. Demikianlah Tuhan itu bertanggung jawab didalam hidup kita. Panggilan Bapa terhadap Allah menunjukkan kepada manusia, bahwa Allah itu begitu dekat dan akrab dengan kita sebagaimana Bapa ditengah-tengah keluarga. Kemudian setelah kita menyapa atau memanggil Dia sebagai Bapa berikutlah permohonan yang kita gabungkan dengan yang tertulis didalam injil Matius yaitu: 1.Dikuduskanlah Namamu, 2. datanglah kerajaanMu, 3.jadilah kehendakMu. Permohonan yang tiga ini adalah untuk mengormati kewibawaan Allah. Bila kita memohon yang tiga ini, berarti kita ingin memwujudkan wibawa Tuhan Allah dibumi ini. Kalau kita menghendaki wibawa Allah yang tiga itu, maka terwujudlah keselamatan manusia dan dunia.  Permohonan yang kedua yaitu: 1.Berikanlah kami makanan setiap hari, 2.Ampunilah dosa (kesalahan) kami, 3. Janganlah membawa kami kedalam percobaan. Permohonan yang kita butuhkan untuk kita adalah makanan, yaitu bahwa kita harus menyadari makanan adalah yang primer dan itu kita harus mempercayai,  dari Tuhan lah sumbernya. Bukan karena kemampuan kita tetapi atas pemberian Tuhan. Permohonan berikutnya, mohon pengampunan dosa manusia. Manusia tidak mampu untuk mencegah dirinya tidak berbuat dosa. Mata, telinga, kaki, tangan, lidah, tidak boleh tidak selalu berbuat dosa. Itulah sebabnya nafsu sering lebih kuat menguasai hidup kita. Permohonan yang ketiga untuk hidup kita supaya  kita jangan menghadapi percobaan. Kita tidak mampu menghadapi percobaan seperti Tuhan Jesus yang menghadapi percobaan dari Iblis (Matius 4).

5-8.Tuhn Jesus menceriterakan dengan bagaimna cara supaya Doa dikabulkan oleh Tuhan. Dia ceriterakan tentang dua orang yang bersahabat yaitu: Pada suatu malam, seseorang pergi menemi sahabatnya meminta tolong supaya dia dipinjamkan tiga roti berhubung karena kawannya singgah dirumahnya karena sudah kemalaman menuju tempat yang akan ditujunya. Pada malam itu dia tidak mempunyai persediaan roti untuk tamunya. Menurut ceritera Tuhan Jesus ini, sahabatnya itu tidak akan mungkin menjawab: Jangan ganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak bangun dan memberikannya kepada saudara. Menurut keterangan Tuhan Jesus, Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Ceritera Tuhan jesus ini adalah suatu perumpaamaan tentang cara berdoa supaya dikabulkan oleh Tuhan Allah. Situasi didalam ceritera ini ialah hari sudah nmalam, tiba-tiba seseorang keluarga mendengar kabar, bahwa sahabatnya sedang diperjalanan dan kemalaman dengan tujuan hendak pergi kesuatu daerah. Tetapi karena sudah malam sahabatnya harus singgah menginap dulu dirumahnya. Pada saat itu persiapan makanan untuk sahabatnya tidak ada. Apalagi saat itu sudah malam, dan tidak ada lagi orang yang menjual roti karena sudah malam. Mengetok pintu orang pun agak susah karena orang sudah tidur, kalau dibanguni orang pasti mengganggu. Meminjam kepada tetangga mungkin malu. Atau kita katakanlah, karena situasi waktu tidak akan ada lagi yang mau membantu  dia kecuali sahabatnya.

Dari cerita ini kita telaah bahwa Doa kita akan dikabulkan Allah karena kita sudah bersahabat karena kedatangan Tuhan Jesus. Bila kita berdoa untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan artinya: Karena tidak ada lagi yang mau menolong kita dalam kebutuhan kita.

Jadi sekarang kita ambil untuk kita pertimbangkan sebagai kotbah kita antara lain: Tuhan Allah adalah menjadi Bapa kepada kita. Bila kita berdoa harus kita sampaikan isinya yang pertama ditujukan untuk wibawa Tuhan dan kemudian untuk kita sendiri. Tuhan Allah adalah sebagai sahabat kepada kita dan mampu menampung dan memahami apa yang menjadi persoalan didalam hidup kita. Kita menyampaikan kepada Tuhan karena kita merasakan tidak ada lagi yang mampu membantu kita selain dari Tuhan Allah. Allah itu adalah Sahabat kita dan Dia adalah Tuhan Allah yang sangat baik. Berdoalah kepada Tuhan karena Dia adalah Tuhan Allah yang baik. A m i n. Tuhan Jesus memberkati Anda !


Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s