NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN

MATIUS 21 AYAT 14 – 22.                                                           Pendahuluan: Nast dari Matius 21 ayat 14-22 ini adalah bahan un tuk Kotbah pada hari minggu tanggal. 22 Mei 2011. Minggu yang dinamai : NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN ! Tertulis didalam Mazmur 98 ayat1.Istilah  nyanyian ini diterjemah kan didalam Alkitab Septuaginta (LXX) ” HUMNOS”. Istilah ini kita ingat dengan “HYMNS” artinya Nyanyian Pujian. Ada ahli mengatakan, bila menyanyikan nyanyian pujian (HYMNS /HUMNOS)  didalam rumah ibadah pada waktu kebaktian seharus nya  memperlihatkan gejala kehidupan Gereja Rasuli. Maksudnya: Anggota jemaat yang menyanyikan lagu pujian itu menyatakan bahwa Gereja itu adalah utusan atau duta daripada Tuhan Jesus didalam dunia ini. Didalam Nyanyian yang dinyanyikan anggota jemaat itu tercermin suatu uangkapan atau expressi Hati nurani dan pikiran seperti yang tertulis didalam I Korintus 14  ayat 15 C (Tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.). Jadi kalau seseorang menyanyikan lagu pujian seharusnyalah dia menyanyi dengan seluruh hidup dan seluruh pikiran dan akal budinya. Mengapa harus menyanyikan dengan seluruh akal budinya ? Menurut Mazmur 98 itu, karena Tuhan yang melakukan sesuatu tanda ajaib. Disebut tanda ajaib, karena yang diperbuat itu adalah diluar kemampuan manusia. Menurut Nast ini, kita memuji Tuhan Karena Allah berbuat sesuatu didalam diri Jesus Kristus yang tidak dapat diperbuat manusia.

14-17:Pada saat Tuhan Jesus didalam Bait Allah, datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang. Mereka semuanya disembuhkan oleh Tuhan Jesus. Orang-orang yang ikut berada didalam Bait Allah pada waktu itu melihat penyembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Jesus.  Seluruh mereka yang berada didalam Bait Allah pada saat itu bersorak sorak dan anak-anakpun berseru dan berteriak mengatakan: Hosanna bagi Anak Daud. Matius memberitakan, tujuan dari penyembuhan bagi orang-orang buta dan orang timpang itu menunjukkan bukti kepada masyarakat umum tentang kehadiran Tuhan Jesus ditengah-tengah mereka bermaksud memperkenalkan kepada manusia Allah sudah hadir ditengah-tengah masyarakat dunia. Tetapi para Imam dan ahli Taurat yang melihat peristiwa penyembuhan  itu semakin jengkel. Karena mereka melihat dan mendengar sorak sorai dan anak-anakpun  meneriakkan “HOSANNA BAGI ANAK DAUD “. Para Imam kepala dan ahli Taurat menanyakan kepada Tuhan Jesus: Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak itu ? Jawab Jesus kepada mereka: Aku dengar,  belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian ?(Mazmur 8 ayat 3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam ). Berarti anak-anak yang meneriakkan “HOSIANNA BAGI ANAK DAUD” adalah yang disediakan Tuhan Allah untuk menjadi kekuatan menghadapi musuh-musuh Tuhan.

Dari keterangan diatas, penyembuhan yang dilakukan Tuhan Jesus untuk membuktikan kekuasaannya dan kehadiran Tuhan Allah didalam diri Tuhan Jesus, tetapi mengakibatkan sukaria dan para anak-anak bersuka ria meneriakkan Hosianna. Tetapi para Imam dan Ahli Taurat tidak mempercayai dan bahkan mereka semakin jengkel. Itulah sebabnya Tuhan Jesus meninggalkan mereka, berarti didalam Nast ini ketika Tuhan Jesus memperlihatkan siapa sebenarnya Dia melalui penyembuhan orang yang buta dan yang timpang, diantara yang melihat menjadi percaya dan sampai anak-anakpun menyanyikan nyanyian yang baru isi nyanyian mereka: HOSIANNA BAGI ANAK DAUD. Tetapi orang yang tidak percaya itu menjadi jengkel sehingga tidak mempunyai hubungan dengan Tuhan Jesus, tetapi malah ditinggalkan oleh Tuhan Jesus mereka. Disinilah kekuasaan Tuhan Allah itu, disediakannya mulut anak-anak menyanyikan nyanyian yang baru untuk menghadapi kejengkelan dan mengahadapi dendam para Iamam Kepala dan Ahli Taurat.

18-22:  Drs J.J de Heer  mengatakan jarak antara Betania dan Jerusalem kira-kira 3 Km, barangkali beliau sudah pernah ke Betania dan Jerusalem.  Karena bangsa Jahudi merayakan hari Paskah, maka Tuhan Jesus beserta Muridnya pagi-pagi  sudah berangkat dari Betania ke Jerusalem. Mungkin mereka belum serapan dan Tuhan Jesus sudah lapar. Oleh sebab itu Dia menginginkan buah Pohon ara, tetapi kebetulan pada waktu itu bukan musim berbuah untuk pohon ara. Karena pohon ara itu tidak berbuah pada waktu Tuhan Jesus lewat dari pohon ara, Dia marah dan menyatakan: Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya. Sebenarnya Tuhan Jesus mengetahui bahwa saat itu bukan musim berbuah untuk pohon ara. Mengapa Tuhan Jesus marah kepada Pohon Ara itu ? Dia sebenarnya mengetahui lebih dahulu,  bahwa Pohon Ara itu tidak berbuah. Kenapa Dia memintanya kepada Pohon Ara itu ? Tindakan Tuhan Jesus yang memperlihatkan kekuasaannya, kalau menurut Theologi Matius adalah membuktikan bahwa Tuhan Jesus berkuasa atas segalanya dan kekuasaannya itu dibuktikan sampai kepada pohon itu. Para murid itu heran, keheranan para murid itu dijawab oleh Tuhan Jesus. Mereka pun mampu berbuat lebih dari itu, kepada Gunungpun kalau mereka memerintahkan supaya beranjak dan tercampak kedalam laut akan telaksana. Tetapi syaratnya, mereka harus percaya, dan tidak bimbang.  Tuhan Jesus mengajar mereka: Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh percaya kamu akan menerimanya. Jadi didalam Nast ini Sebenarnya yang ditekankan ialah tentang kepercayaan dan kekuatan Doa.

Sekarang Nast ini  hendak menerangkan kepada kita tentang peristiwa pohon ara yang dihukum oleh Tuhan Jesus itu adalah gambaran manusia ibarat sebuah pohon daunnya baik, tetapi pohon itu tidak berbuah kala tidak pada  musimnya. Hidup orang Kristen janganlah buah musiman, tetapi setiap saat orang Kristen harus memperlihatkan buah. Sebagai orang Kristen yang penting adalah buahnya nampak didalam perbuatan. Orang berdoa harus berdasarkan  percaya. Kekuatan Doa itu yang didasari oleh Kepercayaan. Jakobus 2 ayat 17:  Demikianlah juga halnya dengan Iman: Jika Iman itu tidak disertai perbuatan, maka Iman itu pada hakekatnya adalah mati. Jadi Ekspressi Jiwa dan hati dan akal budi kita, nampak didalam perbuatan kita. Percuma Gereja sudah berumur 150 tahun kalau hanya perayaan-perayaan saja. Tetapi buahnya yang dapat dipetik setiap saat harus terlihat ditengah-tengah masyarakat.

Sekarang Gereja adalah tubuh Kristus, berdiri sebagai Utusan atau duta daripada Tuhan Jesus harus mampu memperlihatkan buahnya. Inilah Nayanyian yang baru yang kita persembahkan didunia in. Sungguh Allah itu Baik, mau mengutus Gereja menjadi utusan atau duta didunia ini. A  m i n. Tuhan Jesus memberkati anda.

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s