MISERIKORDIAS DOMINI

Hesekiel 34 ayat 11-19:

Nast yang tertulis tersebut disediakan menjadi bahan kotbah pada Minggu yang disebut:” MISERIKORDIAS DOMINI” Artinya: Bumi penuh dengan kasih Setia Tuhan. Miserikordias Domini ini dikutip dari Mazmur 33 ayat 5b. Mazmur ini dinyanyikan pada waktu Ibadah penyembahan kepada Tuhan. Pemazmur mengingat bahwa Tuhan itu adalah benar dan segala sesuatu dikerjakannya dengan Setia. Tuhan itu senang akan keadilan dan Hukum bumi penuh dengan Kasih dan kesetiaan. Artinya bahwa walaupun Bumi beserta isinya dijadikan dengan penuh kekuasaanya, tetapi juga didalam dunia ini dipenuhi dengan kasih setia Tuhan. Jadi dibumi ini berada kasih dan Setia Tuhan untuk melindungi seluruh ciptaannya. Masalah itulah yang lebih luas dibahas didalam Nast Hesekiel 34 yat 11-19.

Latar belakang: Bangsa yang sudah dipilihnya yaitu bangsa Israel banyak penderitaan, kesusahan dan tidak berhenti didalam pengalaman hidupnya. Seperti yang tertulis didalam buku Nabi Jeremia 23,1-4: Para Gembala Umat Allah tidak perduli terhadap Umat yang digembalakannya. Karena Para Gembala telah membiarkan umatnya bercerai berai dan berserak. Sehingga yang digembalakan mereka sudah ada yang tersesat dan banyak yang hilang. Para Gembala yang dimaksud Jeremia itu ialah para pemimpin bangsa Israel atau para pejabad bangsa itu tidak benar-benar menjadi Gembala lagi, melainkan mereka sudah tamak ketika melaksanakan tugasnya dan sudah mementingkan tujuan politiknya. Sekarang keadaan yang terjadi pada buku Jeremia Pasal 23 ini dan masalah inilah yang perlu dipikiri oleh Nabi Hesekiel dan dia  hendak memperjelas tugas dari Gembala yang sesungguhnya.

11-14: Tuhan Allah adalah Gembala yang benar:  Didalam Nast ini kita bahas  dua bagian yaitu:  Domba dan  Gembala .  Sekarang kita bahas tentang Domba:  Menurut 2 Samuel 12, 3: Ketika Natan menegor Raja Daud tentang dosanya dia mengumpamakan dengan seekor Domba. Kalau kita telaah nast tersebut berarti Natan ingin menjelaskan tentang sifat kehidupan seekor domba. Domba itu tidak pernah mengganggu orang lain, tidak pernah merusak atau merugikan orang lain. Domba adalah hewan penurut, hewan yang jinak dan yang sangat nyata ialah,  Domba mempunyai perasaan yang sangat peka terhadap kasih sayang  Tetapi perlu kita ketahui Domba itu mempunyai kelemahan antara lain adalah seekor hewan yang dungu atau bodoh dan sangat sulit mengerti. Oleh karena kelemahan yang demikian itu, apabila domba tidak ada yang menggembalai, domba itu akan mudah terpengaruh, dan mudah tersesat dan kemudian domba itu mjenjadi hilang. Menurut Jesayas 53 ayat 7: Domba tidak sanggup membela dirinya itulah sebabnya dia patuh terhadap orang yang menggunting bulunya dan mulutnya tidak dibuka walaupun kulitnya tergunting dan berdarah; domba tidak mau melawan walaupun ditarik kepembantaian. Menurut tradisi8 keagamaan Bangsa Israel domba sering dipersembahkan sebagai Persembahan bakaran kehadapan Alla. Itulah sebabnya Jesus juga disebut Domba Allah yang dipersembahkan untuk dosa kita.Sekarang didalam Nast ini Bangsa Israel itu disebut sebagai Domba Tuhan Allah.  Sekarang kita bahas tentang Gembala: Didalam Alkitab kita  ketahui tentang adanya dua Gembala yaitu: Gembala yang khusus menggem bala kan ternak. Seperti Raja Daud sebelum dia diurapi menjadi Raja dan juga Gembala yang menjaga Domba-domba di Padang Belantara pada waktu Tuhan Jesus Lahir. Kemudian ada lagi yang disebut Gembala yang khusus mengasuh, membina dan mendidik manusia.Terhadap Gembala yang khusus mengasuh, membina dan mendidik manusia sering bersifat Politik dan bersifat rohani. Mazmur 23 ayat 2: Gembala harus bertanggung jawab tentang makanan dan minum dari para domba. Gembala harus melindungi domba-dombanya dari bahaya musuh seperti singa juga dari cuaca panas terik matahari .baca Amos 3 ayat 12. Jadi Tugas dan tanggung jawab dari seorang gembala adalah besar sampai mengenai masa kehidupan duniawi dan sorgawi.                                                                                            Sekarang Nast ini menyatakan kepada kita, sebab para Gembala dan Pemimpin bangsa Israel tidak bertugas sebagai Gembala yang benar lagi, mereka sudah menggembalakan dirinya sendiri,  (Psl 34 ayat 1). Para Gembala menggembalai domba hanya menikmati susunya, bulunya dan lemaknya tetapi Gembala itu tidak memberikan perhatian terhadap domba-dombanya. Jadi tugas dan fungswi para Gembbala bangsa Israel itu diambil alih oleh Tuhan Allah. Dialah yang menjadi Gembala yang benar maksudnya sebagai Gembala yang benar, ialah: Tuhan Allah memperhatikan bagaimana penderitaan umatnya (Dombanya). Dia kan mencari domba yang sesat, mencari dombaNya  yang hilang. Daia memperhaatikaan mengapa domba-dombaNya ite bercerai berai. TTetapi kalau Gemla yang didunia ini, sering bukan memperhatikan perpecahan, tetapi sengaja masyarakatnya dipecah supaya mereka tidak bersatu, supaya mereka tidak sehati sepikir seperti yang tertulis didalam Pilippi 2 ayaat 2. Jadi kalau ada Gembala menyukai perpecahan umatnyaa, adalah dengan maksuds supaya mudah dipimpinnya. Itulah sebabnya sering terjadi dikalangan masyarakat Theori komplik. Caaranya Allah itu memkperhatikannya, membawa mereka keluar dari kekuasaan bangsa Baabel dan bangsa Assur. Sekarang yang paling parah mampukah Gembala kita membawaa dari aliran yang menggoyang keberadaan NKRI atau swengaja dipelihara Komplik. Sudah begitu lama menyusup aliran yang memecah persatuan kita, sampai ke Remaja, dan juga sampai ke Perguruan Tinggi. Aapakah itu tidak diketahui Gembala kita ? Tauhan sebagai Gembala, bukan hanyaa mempersatukan tetapi juga memperhatikan makanan dan minum dari umatnya,. Sampai kepadang gurun yang baik digembalakaan umatnya. Dombanya senang aman berbaring ditempat yang teduh dan ditempat rumput yang hijau. Mereka aman, dan tidak merasa takut. Demikianlah Gembala yang benar itu. Sungguh Allah itu sangat baik sebagai Gembala.

Ayat 15-19: Selain secara Rohani Tuhan Allah sebagai Gembala menggembalai domba-domba,  dan membiarkan mereka berbaring malam dan siang mereka merasa damai dan AMAN. Gembala ITU MENGETAHUI TENTANG DOMBA-DOMBA YANG HILANG DAN DOMBA-DOMBA yang tersesat dan dombanya akan dibawa pulang ketempatnya yang benar. Banyak sekarang Remaja, Pemuda-pemuda sudah hampir tersesat, apakah Gembala Gereja kita memonitor dan mencari mereka ? Mungkin di Gereja yang diperhatikan yang mempersembahkan yuran yang banyak, memperhatikan panitia pembangunan, memperhatikan para anggota koor. Tetapi Remaja yang sudah hampir tercecer tidak diperhatikan, yang selalu main-main games warung internet. Sekarang Gembal;a itu juga mengangkat dirinya menajdi hakim ditengah-tengah dombanya. Bukan seperti sekarang bisa terjadi masalah yang seharusnya dapat diselesaikan oleh para Gembala-gembala di Gereja. Tetapi sekarang Jemaat dan Majelis Gereja sudah lebih percaya kepada Hakim di Pengadilan daripada Gembala Gereja. Sekarang Tuhan Allah adalah Gembala yang benar. Dia menasihati kita dombanya: Jangan kotori sumber air mu dean jangan injak-injak sumber makananmu( Padang rumput). Pepatah orang batak juga mengatakan: Unang litoki mualmu jala unang segai haumam.

Kenyataan Gembala yang benar itu adalah Jesus Johannes 10: 11 Akulah Gembala yang baik. Dia menyerahkan dirinya disalibkan untuk keselamatan kita. Sungguh Allah itu sangat baik. Amin Tuhan Jesus memberkati saudara !

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Khotbah Mingguan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s