SEPERTI BAYI YANG BARU LAHIR.

Yohannes 21 ayat 1-14.

Hari mnggu tgl. 1 Mei 2011 adalah hari mnggu setelah perayaan Paskah. Yaitu setelah hari kebangkitan Tuhan Jesus dari kematian. Karena Tuhan Jesus bangkit dari kematian, maka kita umatnya dilahirkan menjadi manusia yang baru. Manusia yang baru itu disebut pada minggu ini:” QUASIMODOGENITI” artinya seperti bayi yang baru lahir. Istilah Quasimodogeniti ini dikutip dari I Petrus 2 ayat 2: Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,-Bayi yang baru lahir masih belum mampu memakan makanan sembarangan. Bayi hanya minum air susu Ibu (ASI), itulah sebabnya dikatakan, Seperti bayi yang baru lahir. Tetapi Air susu yang murni artinya tidak dicampur dengan yang lain dan berisi yang rohani. Artinya yang dapat saya katakan, bahwa Iman bertumbuh adalah atas bekal firman Allah, Iman tidak bertumbuh karena dengan logika, Politik dan lain-lain. Atau saya sarankan, bahwa kita mengenal Tuhan Jesus yang bangkit itu adalah berdasarkan Firmannya yang tertulis didalam Alkitab.   Sebelum Tuhan Jesus disalibkan, sudah diberitahukan: Dia akan mendahului murid-murid itu ke Galilea setelah bangkit dari kematian Mateus 26 ayat 32. Akan tetapi sampai Dia bangkit pesan Tuhan Jesus itu lupa dari mereka. Oleh sebab itu nast inilah ketiga kalinya Tuhan Jesus menampakkan diri kepada murid-muridnya.           Ayat 1-3: Danau Tiberias adalah sama dengan Danau Galilea, karena mereka saat itu disekitar desa Tiberias maka disebut Danau Tiberias. Rupanya pada saat itu mereka berkumpul berbincang-bincang yaitu: Simon Petrus, Tomas, Natanael, Anak-anak Zebedeus dan dua orang murid yang lain. Pada saat mereka berkumpul itu, Simon Petrus bersama-sama temannya naik perahu dan pergi menangkap ikan seperti pekerjaan yang mereka lakukan sebelum mereka dipanggil menjadi MuridNya. Semalaman mereka menangkap ikan, satu ekorpun tidak ada yang mereka tangkap. Biasanya Nelayan pergi ke Danau Galilea untuk menangkap ikan lebih baik waktu malam, supaya ikan tidak berkeliaran dan ikan tetap ditempatnya dan mudah ditangkap dengan jala. Tetapi sekali ini mereka tidak ada menangkap ikan satu ekorpun. Tetapi perlu kita catat: Pada waktu mereka menangkap ikan tidak beserta Tuhan Jesus.   4-6: Pagi-pagi ketika hari mulai siang Tuhan Jesus sedang berdiri ditepi pantai Danau Galilea. Rupanya karena mereka masih sibuk apalagi tidak ada satu ekorpun yang dapat, murid-murid itu tidak mengenal Tuhan Jesus yang berdiri ditepi pantai Danau Galilea. Mungkin mereka belum mengerti yang dikatakan Tuhan Jesus, bahwa Dia bangkit pada hari yang ketiga. Juga karena sudah capek semalaman menangkap ikan tapi tidak berhasil, disamping itu pagi-pagi ditepi pantai adalah kabut.  Pada saat mereka didalam perahu, Tuhan Jesus berkata kepada mereka: “Hai Anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk ?  Jawab mereka: Tidak ada !   Maka kata Jesus: Tebarkanlah jalamu kesebelah kanan perahu, maka kamu akan peroleh.  Lalu mereka menebarkan jalanya dan mereka tidak dapat menarik karena ikan banyak didalam jala itu.    Perlu kita catat: Tuhan Jesus bertanya kepada mereka Hai Anak-anak adakah kamu mempunyai lauk pauk ? Pertanyaan ini mengingatkan mereka supaya memahami bahwa mereka tidak berhasil menangkap ikan.  Tuhan Jesus memerintahkan mereka untuk menebarkan jalanya adalah dengan maksud melatih mereka supaya patuh kepada perkataan Tuhan Jesus.. Jadi setelah mematuhi perkataan Tuhan Jesus mereka beruntung mendapat ikan  seperti yang mereka alami sebelum dia di Salibkan Lukas 5 ayat 1-10.   Kalau kita merenungkan nast ini maka kita mengetahui:

Tuhan Jesus sebelum Dia disalibkan sudah pernah bersama mereka menangkap ikan (Lukas 5 ayat 1-10) adalah tidak berobah sesudah dibangkitkan yang bersama-sama dengan muridnya di Danau Galilea didalam Nast ini..- Benar-benar yang dikatakan Tuhan Jesus seperti di Mateus 28 ayat 18, bahwa kuasa disorga dan dibumi sudah diserahkan kepada Tuhan Jesus. Sehingga Dia berkuasa atas ikan-ikan dilaut.. – Kemudian orang yang berpegang kepadaNya akan mendapat upah yang besar. Mazmur 19 ayat 12

7-9: Murid-murid yang berada didalam perahu sibuk memungut ikan dari dalam jala, mereka masih belum tersentuh akan peristiwa itu sehingga mereka belum memperhatikan siapa yang memerintahkan untuk menebarkan jala itu. Tetapi murid yang dikasihi Tuhan Jesus itu, menyatakan kepada Petrus itu Tuhan. Sehingga Petrus cepat bertindak dan berbuat. Sedangkan yang lain asik memungut ikan itu dari dalam jala.

10-14:Tuhan Jesus meminta kepada murid-murid itu ikan yang baru ditangkap dan kemudian menyuruh mereka serapan karena sudah capek semalaman bekerja menangkap ikan. Dari antara mereka tidak ada yang bertanya siapakah Dia, karena mereka memahami, tidak ada seorang manusia yang mampu berbuat memerintah kan ikan-ikan yang ada didalam laut selain daripada Tuhan. Jadi jelaslah didalam Nast ini bagaimana Tuhan Jesus memperkenalkan dirinya supaya murid-murid itu percaya kepadaNya, bahwa Dia benar-benar sudah bangkit dari kematian dan Dia bukanlah Roh. Nast inilah cara yang ketiga kali dilakukan Tuhan Jesus untuk memperkenalkan dirinya supaya dipercayai murid-muridnya. Jadi tidak perlu kita mempergunakan akal kita untuk mengenal Tuhan Jesus percayalah kepada Firmannya. Itulah caranya mengenal Allah itu adalah Allah yang Baik. Firmannya itulah Susu yang murni dan rohani. A m i n. Tuhan Jesus memberkati Saudara.

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s