SALIB TUHAN YESUS BERDIRI DI GOLGATA

1.  Salib yang dibuat dari kayu dibuat seperti garis Horizontal dan garis Vertikal. Garis Horizontal itu seperti rambu  lalulintas mendatar dan didalam bahasa Belanda disebut: “VERBODEN” yang artinya Larangan. Oleh sebab itu kita baca Kejadian 3 ayat 24 Dimana Allah menempatkan Kerub disebelah Timur Taman Eden memegang pedang yang bernyala-nyala supaya tidak masuk ke Taman Eden. Kemudian garis Vertikal memotong garis Horizontal ditengah. Garis Vertikal itu adalah seperti Yohannes 3 ayat 16 Yesus anak Tunggal Allah datang diutus Allah supaya orang yang percaya kepadanya tidak binasa. Jadi dengan kedatangan Tuhan Allah didalam Jesus Kristus garis Verboden tadi telah dibuka dan manusia diperkenankan datang kepada Sang Penciptanya demikianlah tujuan dari Salib itu.

Salib didalam bahasa Junani disebut “STAUROS” dan kata kerjanya”STAUROO” dan didlam bahasa Latin disebut “CRUX” atau CRUPCIFIGO kemudian diartikan dengan CRUX. Terjemahan dalam bahasa Junani itu disebut: Dari Kayu yang dibuat menjadi Tongkat danujungnya diruncingi menjadi tajam diberdirikan dengan tegak lurus. Kalau bahasa latin tadi diterjemahkan artinya: Kayu yang dibuat menjadi Tongkat dan gunanya menjadi alat untuk m,enghukum mati seseorang penjahat. Didalam Perjanjian Lama dapat kita baca di Buku Ester 7 ayat 9-10 si Haman dihukum dengan digantung pada kayu  sampai mati. Pada waktu itu Dalam buku  Estersi Haman  dengan hidup-hidup di hukum oleh Raja dengan menggantung sampai mati. Selain digantung pada kayu Hukuman di lakukan untuk orang jahat dilakukan dengan cara melempari batu sampai mati. Misalnya seorang anak yang nakal dan susah didik orang tuanya, anak itu tidak mau bertobat, dia delalu pelahab dan pemabuk. Kemudian orang tuanya menyerahkan anak itu kepada tua-tua supaya anak itu dilempari sampai mati dan kemudian digantung dikayu dan mayatnya tidak boleh sampai malam dan hari itu juga dikubur. Hukuman yang seperti itu adalah hukuman yang sudah terkutuk (Baca Ulangan 21 ayat 22-23) dan Yosua 10 ayat 26.

Dalam Perjanjian Baru: Penyaliban adalah Hukuman bagi manusia sebagai penjahat  atau manusia yang digantung sampai mati adalah orang yang terkutuk oleh Allah Galatia 3 ayat 13 dan Paulus mendasarkan ayat ini dari Perjanjian L:ama  Ulangan 21 ayat 21-23. Jadi Hukuman Kepada Tuhan Jesus dikayu Salib adalah hukuman sebagai orang Penjahat dan yang sudah terkutuk dari Allah. Berarti Tokoh-tokoh Agama Imam, Ahli Taurat dan Golongan Parise serta Tua-tua menilai Tuhan Jesus sebagai penjahat dan sebagai orang terkutuk dari Allah.

Orang-orang yang dekat dikayu Salib: yaitu:

-Yohannes 19 ayat 23-24: Sesudah prajurit-prajurit menyalibkan Tuhan Jesus, mereka mengambil pakaiannya dan membagi masing-masing mereka seperempat bagian. Tetapi kalau Jubah itu tidak dibagi mereka melakukannya dengan cara undian. Bagi siapa yang menang dengan undian itu, bagi dialah jubah itu.Cara Prajurit membagi pakaian Tuhan Jesus dan jubahnya, dan menunggu undian ini jatuh bagi orang yang menang, mereka ketawa-ketawa dan bergembira ria, pada hal darah sudah menetes dari atas.

Orang banyak melihat Tuhan Jesus yang disalibkan Matius 27 ayat 39-44: Orang Jahudi yang lewat melihat Tuhan Jesus yang disalibkan itu mereka bukan prihatin tetapi mereka malah menghujat Tuhan Jesus. Mereka yang menghujat itu adalah orang-orang Pejabad Bait Allah atau pejabad agama yang mengajarkan Kasih

Masih adalagi yaitu: Perempuan yang mengikuti Dia mulai dari Galilea sampai ke Golgata. Mereka jauh dan tidak berani berbuat apa-apa. Karena Salib itu dija oleh para Prajurit. Mereka ketakutan dan hanya melihat dari Jauh dan barangkali perempuan itu mungkin sudah trauma. Perempuan tersebut ialah: Maria Magdalena, Maria ibu Jakkobus dan ibu Anak-anak  Zebedeus.

Perkataan Tuhan Jesus di Kayu Salib:

Tuhan Jesus sudah disalibkan, Daia dihukum seperti orang penjahat dan seperti orang-orang yang terkutuk Walaupun selama  hidupnya memberikan makan orang yang lapar, menyembuhkan orang yang sakit, menghidupkan orang yang mati. Tetapi sampai hati masyarakat Jahudi menyalibkan Dia. erkataannya yang diucapkan dikayu Salib itu ialah:

-Lukas 24 ayat 34: Ya Bapa !  Ampunilah mereka , karena mereka tidak tau yang diperbuatnya. Biasanya orang yang menderita sakit seperti yang di Salib itu, patut memikirkan dirinya dan selalu menyuarakan kebenarannya sendiri. Tetapi Tuhan Jesus yang dilablan tidak membutuhkan pembelaan, tetapi Dia mendoakan yang orang yang menyalibkan dia. Juga termasuk mendoakan si Judas Iskariot yang menghianati Tuhan Jesus, Petrus yang menyangkal Tuhan Jesus, , Para Imam, Parise, ahli Taurat, para tua-tua, si Latus sebagai penegak Hukum. Doa Tuhan Jesus diokayu Salib, bukan hanya pada jaman itu, tetapi sampai kepada Jaman ini juga, turut didoakan Jemaat, Majelis yang berkelahi, juga, masyarakat yang menutup Gereja, dan yang tidak mengijinkan pembangunan Gereja mereka turut juga didoakan oleh Tuhan Jesus yang disalibkan. Inilah hikmah dari Salib itu kepada Umat manusia.

II.Lukas 23 ayat 43: “Sesungguhnya hari ini juga engkau bersama -sama dengan Aku didalam Firdaus”.. Adalah suatu pernyataan jaminan dari Tuhan Jesus kepada Penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Dia yang digantung sebelah kanan. Karena dia sadar, bahwa hukuman Salib yang diterimanya adalah benar untuk dirinya karena perbuatannya. Dia menyadari dosanya dan patut dihukum di Kayu Salib. Berdasarkan kesadarannya itu, Tuhan Jesus mengucapkan pernyataan: ” Pada hari ini Engkau bersama -sama dengan Saya berada di Firdaus.

III. Johannes 19 ayat 26-27: Tengoklah Anakmu ! Tengoklah Ibumu !: Perkataan Tuhan Jesus yang ditujukan kepada Ibunya dan kepada Murid yang dikasihinya, adalah untuk membuat suatu pembaharuan dalam hubungan kekeluargaan. Justru inilah tugas Salib itu, membuat pembaharuan didalam hubungan kekeluargaan.

IV. Mateus 27 ayat 46: : Ya Tuhan ku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku ? Penderitaan yang luar biasa  seperi yang dirasakan Tuhan Jesus ini, Kesepian, Kpiluan, Keluarga menjauhkan diri, para Muridnya menjauhkan diri dan masing-masing pergi menurut jalannya sendiri, para Tokoh Agama menghujat dan menghina Dia para Penegak Hukum seperti Pilatus dan Raja Herodes mempertontonkan Yesus yang disalibkan itu ke mata dunia. Disat seperti keadaan tersebut Tuhan Jesus meneriakan: Ya Tuhan, Ya Tuhan Apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku ?

V. Johannes 19 ayat 28: Aku Dahaga ! Kalau kita mengingat  didalam Mateus 25 ayat 35: Ketika Aku lapar, kau memberikan Aku makan, Ketika Aku Haus, kamu memberikan Aku Minum. Sekarang Teriakan Tuhan Jesus :”AKU DAHAGA ” Dimanakah Saudara -saudara Tuhan Jesus yang mau memberikan Dia minum ? Sekarang juga Tuhan Jesus berseru kepada kita: “AKU DAHAGA ” Apakah kita memberikan Dia minum ? Pada saat orang dalam keadaan Gembira, kita berikan Dia minum, adalah suatu hal yang biasa. Tetapi kalau orang dalam kesusahan dan Penderitaan, kita berikan Minum adalah suatu perbuatan yang mulia dan yang dikehendaki oleh Tuhan Jesus..nJadi pada saat Tuhan Jesus kesepian dan mengalami penderitaan yang sangat sadis dia Dahaga, siapakah yang memberikan Dia minum ?

VI. Johannes 19 ayat 30: “SUDAH SELESAI ” Menjelang akhir hidup Tuhan Jesus di Kayu Salib, Dia berkata: SUDAH SELESAI ” Apakah yang dimaksud sudah SELESAI ? Tuhan Jesus sejak dilahirkan di kandang Domba bekerja memberikan orang lapar makan, menyembuhkan orang yang sakit, menghidupkan orang yang mati. Tuhan Jesus mengajar masyarakat untuk hidup saling mengasihi.  Puncakdari pekerjannya ituadalah berakhir dibukit Golgata. Oleh sebab itru Salib Kristus adalah merupakan pertanda Kehidupan dan Perjalanan Tuhan Jesus diakhiri di Golgata.

VII. Lukkas 23 ayat 46: Ya Bapa kedalam tanganMu aku serahkan RohKu. Akhir hidup Tuhan Jesus dikayu Salib, saat Penderitaan Tuhan Jesus, Tangan dan kaki harus dipaku, Mahkota diri dikepalanya, kemudian Sanak Saudara tidak ada yang diharapkan untuk menjenguk dia pada waktu disalibkan. Pada saat itu, Tuhan Jesus berkata, ingin untuk menyampaikan dirinya kehadapan Tuhan. Didalam mengahadapi maslah hidupnya, Tuhan Jesus tidak putus Asa, Dia tenang dan tidak mau tersesat. Sehingga didalam perkatannya yang terakhir dan didalam Hidupnya yang terakhir masih mengingat Tuhannya. Kedalam tanganMu Aku serahkan Rohku.

Peristiwa sekitar Salib Tuhan Jesus:

Mateus 27 ayat ayat 51: dan Markus 15 ayat 38: Tabir Bait Suci terbelah mulai dari atas kebawah. Tabir Tuhan Jesus adalah pembatas bagi yang kudus dan masyarakat Umum. Yang diperkenankan masuk kebalik Tirai itu adalah Para Imam. Tidak boleh orang menyampaikan persembannya kepada Tuhan kalau tidak melalui Imam besar. Sekarang Gempa telah terjadi pada saat  Tuhan Jesus disalibkan. Artinya, bahwa dengan diSal;ibkannya Tuhan Jesus, maka tembok pembatas antara manusia dan Allah sudah dibuka .

Mateus 27 ayat 52: Kuburan terbuka, dan orang-orang suci bangkit.

Kuburan adalah yang membatasi hubungan manusia dengan keluarganya. Airmata , kesedihan ketakutan yang terjadi karena kuburan ui.ni. Tidak ada kekuatan atau pengetahuan yang mampu untuk membuka kuburan. Demikian juga  Harta kekayaan dan pangkat serta jabatan tidak akan biasa untuk membuka kuburan dan tidak bisa untuk menghapus air mata kita. Salib Kristuslah yang mampu untuk menghapus air mata kita dan membuka kuburan yang menutup mata melihat saudara kita yang mendahului kita.  Jadi Tuhan Jesus yang disalibkan dibukit Golgata adalah memperlihatkan kepada kita  SUNGGUH BAIK TUHAN LALH KITA. A M I N.  Tuhan Jesus memberkati Anda !

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s