PENDERITAAN MENJADI JUALAN KESELAMATAN

Bahan kotbah pada waaktu perayaan Tuhan Jesus di kayu Salib.

Yesayas 52 Ayat 13 s/d 53  ayat 12

Hari Jumat Tgl. 22/4 2011, disebut Jumat Agung, karena pada hari itu seluruh Gereja-gereja merayakan nuntuk mengenang Tuhan Jesus diatas Kayu Salib.  Kalau kita menyatukan pikiran, Perasaan, Hati kita tentang peristiwa yang terjadi di Bukit Golgata, berdiri kayu yang berbentuk Salib, yaitu kayu yang Horizontal dan kemudian dari atas kayu yang memotong yaitu kayu yang Vertikal. Pada Kayu yang horizontal itu dipaku tangan kiri dan tangan kanan sedangkan pada kayu yang Vertikal itu dipaku kedua kaki Tuhan Jesus dan pada kepala Tuhan Jesus duri-duri dan bila kepalanya bergerak duri akan menusuk kepala dan kening Tuhan Jesus. Tuhan Jesus digantung dikayu salib. Menurut buku Ulangan 21 aqyat 22-23: perbuatan yang seperti dikenakan kepada Manusia yang sepadan dengan hukuman mati dan kemudian digantung pada sebuah tiang. Yosua 10 ayat 26:  Raja -raja yang ditaklukan oleh Bangsa Israel pada waktu kepemimpinan Yosua, digantung diatas pohon. Rasul Paulus mengatakan Orang yang tergantung di Kayu Salib adalah orang yang terkutuk karena melanggar Hukum Taurat.

Bila kita renungkan, Tuhan Jesus disalibkan seperti orang yang berbuat dosa dan disamakan dengan orang yang mati terkutuk. Andaikata kita sudah manusia pada waktu peristiwa itu, dan kita melihat dengan dekat, maka kita lihatlah darah bekas paku pada kedua tangan dan darah keluar dari bekas paku pada kakinya dan kemudian bekas tusukan duri dikepalanya. Kita gambarkan peristiwa itu sekarang didalam hidup kita alangkah kejamnya hukuman yang demikian, bagaimana adaikata hukuman yang seperti itu dilakukan kepada kita ? Itulah sebabnya barangkali ada orang yang mengatakan: Mana mungkin ada orang mati demi orang lain ? ada juga orang yang mempropokasi, bahwa disalibkan itu adalah Judas Iskariot. Jadi hasil renungan dan provakasi tersebut membuat kita terpengaruh supaya kita tidak menerima Salib Kristus. Pada Hal Salib itu adalah Penderitaan untuk menjadi keselamatan bagi dunia ini dan inilah yang digambarkan oleh Nast ini pada kita pada waktu Perayaan Tuhan Jesus disalibkan.

Kalau kita bahas  nast ini, maka kita berpikir  Yesayas 52 ayat 13 dan Yesayas 53 ayat 12: Dimana dimulai dengan Hambaku beruntung ia akan ditinggikan dan akan dimuliakan. Kemudian diakhiri dengan, Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai warisan sebagai ganti karena dia menyerahkan nyawanya   kealam maut. Berarti kemenangan karena menahan penderitaan adalah keselamatan manusia.

Diantara kedua nast ini proses terjadinya itu adalah melalui jalan penderitaan yaitu:

Pasal 52 ayat 13-15: Banyak orang yang tertegun melihat dia seperti yang tidak pernah dilihat, dan banyak orang mendengar yang tidak pernah didengar. Mengapa demikian ? sebab bila mukanya diperhatikan, karena mukanya buruk dan tidak seperti manusia dan tampaknya Dia bukan lagi seperti anak manusi pada hal dia adalah Hamba Tuhan Allah. Oleh karena raut mukanya bukan seperti manusi, sehingga orang menilai dia bukanlah manusia yang berwibawa, dan tidak mempunyai kekuasaan. Sebagaimana sifat dari manusia berwibawa mempunyai kekuasaan, apalagi Dia orang Kaya,, dan lagi sebagai pejabad. Jadi penilaian manusia pada umumnya seseorang yang berwibawa kelihatan dari raut mukanya pasti dia orang yang berkuasa.

53, 1: Ayat ini adalah suatu ayat yang menjembatani pemahaman ayat 13-15 diatas kepada ayat yang beerikutnya yang memperlihatkan kepada kita makna dan tujuan dari diri hamba yang bukan seperti manusia dan bukan seperti anak manusia. Sehingga susah dipercaya manusia karena penderitaannya itu.

Yesayas 53 ayat 2-3: Orang begitu sulit menerima keadaan kehidupan Hamba ini dan manusia selalu pessimis terhadap Dia kenapa ? Diperhnadapkan lagi yaitu: Sebagai taruk atau akar yang tumbuh ditanah kering, artinya pertumbuhannya sangat diragukan. Seperti tumbuh-tumbuhan yang tumbuh ditanah yang kering dan tandus pasti tidak bertumbuh dan tidak ada yang dapat diharapkan ranting dan daunnya apalagi buahnya. Kemudia dari segi keadaan pisik dan hidupnya:  Hamba itu selalu dihina orang, dia selalu mengalami kesengsaraan, menderita sakit, dan yang paling mengerikan, banyak orang yang jijik dan menutup mukan bila melihat Hamba itu.

3, 4-6: Paraduga masyarakat bagi Hamba itu, Dia mengalami  penderitaan karena Hamba itu adalah kena tulah, Dia dipukul dan ditindas oleh Allah karena dosanya. Pada hal Dia menderita adalah disebabkan penyakit kita yang ditanggungnya dan kesengsaraan kita yang dipikulnya. Oleh sebab itu Penderitaan nyang diterima Hamba itu adalah menjadi keselamatan bagi kita manusia dan seluruh dunia karena keselamatan itu adalah justru bilur-bilurnya maka kita sembuh.

53 ayat 7-9: Penderitaan Hamba itu yaitu: Penganiayaan, Penindasan. Tetapi walaupun demikian Hamba itu menahan dirinya dan merendahkan dirinya untuk ditindas. Hamba itu tidak membuka mulutnya, terhadap yang menindas dia.  Mengapa Hamba itu tidak membuka mulutnya ? Karena Dia tidak perlu dibela, tidak perlu dilindungi. Melainkan Hamba itu hanya mengharapkan Kekuasaan Tuhan Allah Sang Pencipta. Dia tidak memanggil ahli Karate, Kungfu, memanggil militer, memanggil laskar dunia ini. Dia tidak berlindung dibalik kekuasaan dunia. Hamba yang tidak membuka mulutnya itu adalah sama dengan seekor Domba yang yang ditarik ke Pembantaian dan seperti induk domba yang bulunya dicukur kadang kadang pisau cukur itu mengena kepada kulitnya dan berdarah.

53, 10-12: Seluruhnya penderitaannya itu adalah suatu cara penebusan untuk kesalahan kita umat manusia, Dia menyerahkan nyawanya kealam maut adalah sebagai ganti kita dan menanggung dosa kita dan berdoa untuk kita seperti doa Tuhan Jesus dikayu Salib: Lukkas 23 ayat 34: Ya Bapa Ajmpunilah mereka, sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat.

Doa itu tercapai karena Dia mampu memikul  Penderitaan. Penderitaan  Tuhan Jesus suatu jalan untuk menuju pengampunan dari Tuhan Allah.

Saekarang itulah Perayaan untuk mengingat Tuhan Jesus yang disalibkan yaitu: Penderitaan Tuhan Jesus dijadikan menjadi keselamatan manusia dan dunia.

SUNGGUH TUHAN ALLAH ITU SANGAT BAIK.

Tuhan Jesus memberkati anda !

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s