PERBUATAN KEPADA JESUS YANG DISALIBKAN

Matius 26 ayat 6-13 MINGGU PALMARUM

Pendahuluan: Kurang dari satu minggu lagi kita akan merayakan tentang Kematian Tuhan Jesus di Kayu Salib. Sebelum kita sampai ke Jumat Agung, maka posisi kita sekarang berada didalam Minggu PALMARUM. DARI Pohon Palma. Maksudnya Palmarum adalah dikutip dari Mateus 21 tentang  penyambutan akan kedatangan Tuhan Jesus ke Jerusalem. Maksud dari masyarakat Yahudi menyambut kedatangan Tuhan Jesus ke Jerusalem dengan menghemparkan kain, bunga-bungaan ke tengah jalan yang dilalui Tuhan Jesus. Karena pengharapan masyarakat Yahudi, Mesias itu datang dengan takhta kerajaannya. Mereka menebangi ranting kayu dan menaruh bunga-bungaan ke Jalan untuk menyambut keadatangan Tuhan Jesus. Seperti sambutan masyarakat Yahudi terhadap kedatangan Tuhan Jesus ke Jerusalem. Saat itu dengan sorak sorai Hosianna. Demikianlah kita seharusnya Menyambut Tuhan Jesus . BAGI KITA SEKARANG INI, MULAI HARI INI SAMPAI DENGAN  kepada waktu disalibkan . Kalau Jaman Dulu, perbuatan kristen mula-mula untuk kematian Tuhan Jesus mulai PALMARUM, anggota Gereja sudah mengajak anggota Jemaatnya berpuasa. Sekarang Gereja HKBP di Pematang Siantar telah melakukan kebaktian mulai minggu malam (PALMARUM) SAMPAI  MALAM JUMAT  DAN SIANGNYA BERKEBAKTIAN DI GEREJA. GEREJA YANG MULA-MULA MULAI PADA WAKTU HARI MINGGU PAGI SELAMA SATU MINGGU MEREKA MELAKUKAN IBADAH PUASA. MULAI MINGGU PALMARUM SAMPAI JUMAT  AGUNG.  Seluruh anggota Jemaat memakai pakaian hitam.

Jadi berbagai macam cara yang dilakukan oleh Jemaat Gereja mula-mula dan sampai Gereja pada jaman ini memperlihatkan p0erbuatan mereka dalam rangka menerima Tuhan Jesus yang disalibkan di Bukit Golgata.

Sekarang Nast ini mau mengajak kita, apa yang hendak kita lakukan untuk menyambut Tuhan Jesus yang diSalibkan di Golgata.

Sekarang Nast bahan Kotbah kita Matius 26 ayat 6-13 tertulis diantara ayat 1-5 tentang Rencana Para Imam dan Tua-tua bangsa Jahudi untuk menangkap Tuhan Jesus dan hendak membunuhnya.

Sesudah Nast kita yaitu Matius 26 ayat 14-16 rencana Penghianatan Judas Iskariot untuk menyerahkan Tuhan Jesus kepada Para Imam dan Tua-tua.

Ayat 6-7: Seorang perempuan datang kepada Tuhan Jesus ketika berada di ruah si Simon si Kusta. Disini tidak perlu saya bahas siapa si Simon si Kusta ini, tetapi tempat peristiwa ini di Betania didesa inilah tinggal si Marta dan si Maria beserta saudaranya Lassarus yang dibangkitkan dari kematian setelah 4 hari.

Perempuan itu datang membawa buli-buli pualam yang berisi minyak yang mahal. Perempuan itu mencurahkan minyak yang mahal itu mulai dari kepala Tuhan Jesus.

Perbuatan perempuan yang mencurahkan minyak kepada Tuhan Jesus adalah sama ketika Samuel mengurapi Saul menjadi Raja ( 1 Samuel 10 ayat 1).

Apa latar belakang dan maksud perempuan itu untuk menaruh minyak keatas kepala Tuhan Jesus, terserah kepada penilaian masing-masing. Tetapi cara menaruh minyak mulai dari kepala adalah termasuk pengurapan, supaya Roh Tuhan datang kepada yang diurapi dan dia mempunyai hikmat  mempunyai kuasa dari Tuhan.

Ayat 8-9 Perbuatan Perempuan itu mendapat tanggapan  yaitu:

1. Tanggapan dari murid-murid Tuhan Jesus mengatakan:

Untuk apa pemborosan ini ? Sebab bila dijual dengan mahal dan uangnya diberikan kepada orang miskin. Artinya: Perbuatan Perempuan itu dianggap pemborosan karena nilai minyak itu mahal, lebih baik diberikan kepada orang miskin.

2. Tanggapan Tuhan Jesus: Tuhan Jesus menegur murid-murid itu, karena memprotes perbuatan Tuhan Jesus dan cara murid itu dianggap akan menyusahkan dia. Menurut Tuhan Jesus perbuatan perempuan itu adalah baik. Istilah untuk Baik didalam bahasa Junani ada dua bahagian yaitu: Agathos dan Kalos.

Agathos adalah perbuatan baik tetapi suatu perbuatan yang biasa-biasa saja. Sedangkan kalos adalah perbuatan yang baik juga, tetapi lebih luas. Karena perbuatan Kalos ada juga suatu perbuatan yang menarik hati dan menawan. Sehingga orang yang melihat perbuatan itu tertarik terhadap perbuatan itu karena merasa terkesan untuk dirinya.

Jadi perbuatan perempuan itu adalah adalah perbuatan Kalos menurut penilaian Tuhan Jesus.

Menurut Tuhan Jesus, perbuatan perempuan itu adalah merupakan pengurapan dan persiapan penguburan terhadap Tuhan Jesus. Penilaian Tuhan Jesus ini adalah suatu makna yang tersembunyi dalam diri perempuan itu dan mungkin tidak sampai kesitu maksud perempuaan itu. Tetapi Tuhan Jesus melihat perbuatan tersebut sudah merupakan penilaian terhadap penguburan Tuhan Jesus. Jadi perbuatan Perempuan yang sudah mengantar pemandangan jauh tentang kematian Tuhan Jesus adalah suatu puncak pekerjaan Tuhan Allah. Karena Kematian Tuhan Jesus adalah inti dasar pemberitaan Injil sampai kedepan.

Jadi sekarang Palmarum hendak mengajak kita: Perbuatan apa yang kita perbuat untuk menunjukkan kepada Masyarakat bahwa Tuhan Jesus sudah mati disalibkan. Kematian Tuhan Jesus dikayu Salib adalah pekerjaan Allah untuk menebus manusia. Sungguh Allah itu sangat baik. A m i n. Tuhan Jesus memberkati Anda. !

 

 

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s