6-1-2011

Mazmur 3 : 4

Mazmur 3 ayat 4: Tetapi Engkau, Tuhan adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaan ku, dan mengangkat kepalaku.
Firman Tuhan yang kita baca ini adalah Mazmur Daud. Daud adalah seorang seniman, pintar main kecapi,pintar menyanyi dan selalu berdoa mengandalkan Tuhan didalam hidup nya . Dia berdoa kepada Tuhan setiap dia menghadapi kesulitan, pergumulan hidup dan juga penderitaan.
Nast ini disampaikan kepada Tuhan pada waktu dia menghadapi kesulitan dan pergumulan.
Pada waktu itu, pergumulan dan kesulitan yang dihadapi adalah dari musunya.
Musuhnya yang paling berat pada waktu itu datang dari anaknya sendiri yaitu Absalom.
Pada saat itu Absalom sudah berencana untuk melakukan coup detat terhadap terhadap kerajaannya.
Berarti kalau anak sudah menjadi musuh terhadap diri kita sendiri berarti kita sudah meng hadapi pergumulan yang paling berat.
Raja Daud setiap menghadapi pergumulan dan kesulitan selalu mengemukakan dan mengandalkan Tuhan didalam hidupnya.
Didalam doanya diucapkan:
-Engkaulah Tuhan Perisai yang melindungi aku
-Engkaulah kemuliaanku
-Engkaulah yang mengangkat kepalaku.

Sesorang yang berperang harus membawa senjata atau pedang. Jadi supaya selamat, dia tidak lupa membawa perisai. Itulah yang melindungi dia dari serangan senjata musuh.
Kemuliaan dalam bahasa
batak disebut hasahalaonku artinya bisa juga semangat, wibawa, sesorang yang berwibawa, misalnya seorang pimpinan bila tidak berwibawa, maka apapun perintahnya tidak diakui oleh yang dipimpinnya.
-Engkau mengangkat kepalaku. Dalam bahasa batak disebut: Dipadirgak artinya: Seseorang yang menerima penderitaan dia lesu,mukanya selalu tidak cerah bahkan dari mukanya kelihatan tidak bersemangat dan tidak bersahabat.
Sekarang Raja Daud berdoa kepada Tuhan menyampaikan keluhan,pergumulan kesulita yang dihadapi.Dia memohon kepada Tuhan, Engkaulah Perisaiku, Engkaulah yang memberikan kepadaku wibawa atau semangat,engkaulah yang menjauhkan musuh dan keluhanku.
Saudara kita sedang berada didalam proses
perjalanan hidup. Banyak kesulitan, banyak musuh, apalagi kalau dijabatan dan tugas kita sering kita hadapi kesulitan. Sekarang jaman Globalisasi, dimana persaingan hidup begitu tajam. Bisa mengubah gaya hidup kita. Bila kita tidak mampu akhirnya jatuh menjadi Stress dan akhirnya struk atau lumpuh.
Sekarang marilah kita berdoa dan mengandalkan Tuhan menjadi perisai hidup kita, yang memberi kita semangat dan wibawa dan menampakkan muka kita menjadi tegar.
Ingat Tuhan itu adalah Baik, Dia menyerahkan Anaknya menjadi Juru Selamat kita. Amin.

Semoga Tuhan Jesus beserta dan memberkati Saudara.

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Khotbah Mingguan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s