Ikutlah Teladanku!

FILIPI 3 Ayat 17 – 21
(Tertulis didalam Almanak HKBP tgl. 17 Oktober 2010)

Pendahuluan
Pada masa dulu Kota Filipi merupakan pusat perdagangan di sekitar Eropa karena di kota ini terdapat penambangan emas dan perak yang dikerjakan oleh Bangsa Fenisia. Tetapi seiring perkembangan agama Kristen yang pesat penggalian emas tersebut lambat laun tidak ada lagi.
Kota ini dinamai Filipi karena yang mendirikan kota ini adalah Filipi. Selain pertambangan emas, hal lain yang menjadikan Filipi sebagai kota perdagangan adalah keberadaan bendungan yang menampung seluruh aliran air dan aliran dari mata air dari gunung. Itulah sebabnya sampai Rasul Paulus menyebarkan kekristenan di Filipi, kota ini merupakan perdagangan. Nama Filipi sendiri diambil dari nama pendirinya, yaitu Filipi.
Kota Filipi ini dijadikan sebagai tempat penampungan atau pemukiman para tentara yang sudah berjasa untuk pemerintahan Romawi dan pada umumnya veteran-veteran ini menghayati budaya Romawi. Misalnya: bahasa, cara berperilaku dan sebagainya.
Paulus menulis surat ini ke anggota Jemaat Filipi ketika dia berada di Penjara Kota Romawi kira-kira tahun 63-64 Sesudah Masehi. Adapun latar belakangnya Paulus mengirim surat ini ke jemaat Filipi adalah sebagai berikut:
– Menurut Filipi 4 ayat 2 Terjadi pertengakaran antara 2 orang wanita yaitu: Euodia dan Sintike karena mereka berdua tidak boleh sehati dan sepikir lagi. Pertengkaran ini dipandang Paulus dapat mengganggu kesatuan Anggota Jemaat di Filipi apalagi kedua perempuan itu mempunyai pengaruh besar terhadap lingkungan anggota Jemaat Filipi. Atas dasar inilah Rasul Paulus menasehati supaya anggota Jemaat memelihara Persatuan dan kesatuan dengan sehati sepikir (Filipi 2 ayat 1-11).
– Menurut Filipi 3 ayat 2: Selain pertengkaran dua orang yang berpengaruh tersebut, muncul pula ajaran sesat dari Guru-guru Palsu yang diduga berasal dari kalangan Gnostik atau para ahli Filusuf yang mengajarkan dari dasar logika. Ajaran mereka ialah: Manusia diciptakan dari materi yaitu tubuhnya dan perbuatan manusia hanya tertuju kepada Materi dan materi sifatnya jahat. Itulah sebabnya tubuh manusia adalah jahat dan selalu perbuatannya untuk keinginan tubuhnya yang jahat itu. Sebab itu, menurut ajaran Gnostik, tidak mungkin Allah itu menjadi manusia karena Allah itu adalah Kudus atau suci.
Sekarang dari keterangan diatas itulah sebabnya mengapa Rasul Pauluis itu mengirim suratnya kepada Filippi. Mengapa harus kepada Filipi ? Sebagaimana kita uraikan diatas Kota Filipi adalah kota Perdagangan dari segala penjuru dunia berdatangan untuk berdagang. Jadi untuk penyebaran injil, kota Filipi sangat strategis supaya orang-orang yang mendengar injil di Jemaat Filipi membawa berita itu ke daerahnya.
Sebahagian dari suratnya ke Jemaat Filippi itulah yang menjadi bahan renungan bagi kita sekarang antara lain di Ayat 17-19: Paulus melihat di lingkungan Gereja Filipi banyak yang menjadi musuh Salib Kristus.
Siapakah musuh salib Kristus itu ? Ialah : Kesudahan mereka adalah Kebinasaan, Tuhan mereka ialah Perut mereka, Kemuliaan mereka aib mereka, Pikiran mereka tertuju kepada perkara duniawi.
Jadi ada empat ciri dari musuh Salib Kristus :
1. kesudahan mereka adalah kebinasaan atau tidak berpikir kepada masa depan yang kekal
2. Tuhan mereka adalah perut mereka, berarti tidak mempercayai Tuhan Jesus lagi sebagai Juru Selamat melainkan mereka patuh kepada keinginan perut atau yang penting bagaimana supaya jangan lapar artinya darimanapun asal jadi beras/ nasi.
3. Kemuliaan mereka adalah aib mereka; bisa juga diartikan, manusia itu tidak perlu melihat harga diri, tidak tahu malu lagi demi hidup seperti Esau menyerahkan status dirinya yang dulu si Abangan kepada si Yakub karena dia sudah lapar
4. Pikiran mereka tertuju kepada perkara duniawi dan bukan hal-hal Surgawi seperti yang diminta didalam Kolose 3 ayat 2: Pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi.
Lalu bagaimana solusi Paulus untuk mengatasi atau menghadapi masalah tersebut? Rasul Paulus berkata:
1. Ikutilah teladanku
2. Perhatikanlah mereka yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Bagaimana hidup rasul Paulus sehingga dia mengatakan ikutilah teladanku?
Rasul Paulus adalah seorang yang terhormat di kalangan anggota Shanhedrin, dia termasuk golongan Farisi, dan salah satu Penguasa yang dulu berani mengusir orang yang mempercayai Kristus dari Kota Jerusalem. Paulus juga terlibat dalam pembunuhan Stephanus (Kisah Para Rasul 7 ayat 54 – 60). Tetapi ketika sedang mengusir orang yang percaya kepada Jesus dari Jerusalem, Tuhan Jesus menangkap Saulus (Paulus) dan mulai saat itu dia bertobat menjadi Rasul. Semasa dia Rasul, dia memberitakan injil kepada orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan, penderitaan harus dipikul ,mengarungi laut, dia harus dipenjarakan dan dia tidak melarikan diri walaupun dia menderita karena memberitakan injil dia tetap setia dan percaya kepada Salib Kristus dan tidak mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun.
II. Ayat 20 – 21: Setelah Paulus memaparkan cara hidup musuh salib Kristus diberitahukan lagi bahwa orang Kristen adalah kewargaan dalam sorga. Sebagai warga Sorga dia menantikan kedatangan Tuhan Jesus dari Sorga sebagai Juru Selamat . Berarti Paulus memiliki Pengharapan yang besar akan kedatangan Kristus, Pengharapan bukan masalah dunia.
Tuhan Jeus sanggup mengubah tubuh kita yang hina atau tubuh yang tidak bernilai. Perubahan tubuh kita akan diubah atau diperbaharui sampai seperti tubuh Kristus yang mulia itu. Kesanggupan Tuhan Jesus adalah dengan kekuasaanNya yang menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya. Kekuasaan yang didunia ini akan ditaklukkan dengan kekuasaannya.

Renungan
Manusia selalu menonjolkan dirinya dan sering terjadi di tengah-tengah masyarakat dan selalu ingin agar dirinya diakui. Seorang pemimpin selalu menginginkan supaya anggotanya selalu melaksanakan apa yang dikatakan. Demikian juga orang tua di rumah selalu memesankan kepada anaknya, lakukan apa yang dikatakan dan menjadikan sistem rumah tangga itu paternalistik, artinya seluruh keputusan orangtua harus dilaksanakan.
Rasul Paulus menyatakan, ikutilah telandanku dan perhatikanlah mereka yang hidup sama seperti kami. Rasul Paulus tidak mengatakan, “lakukanlah apa yang kukatakan” atau “lakukanlah apa yang kulakukan”. Tetapi sebagai orang pengikut Jesus dia mengarahkan Jemaat di Filipi untuk mengikuti teladannya!
Kepada Pendeta, Penatua, Pekerja Gereja, Para orang tua, apakah kita membimbing orang yang dekat kepada kita sanggup mengatakan ikutilah teladanku. Atau apakah kita mampu memperlihatkan cara hidup/gaya hidup kita patut untuk ditiru oleh orang yang kita bimbing? Masalah yang terjadi Gereja terjadi karena sering ungkapan yang yang dikeluarkan lebih bersifat perintah untuk melakukan apa yang kita katakan! Jarang sekali terlontar ungkapkan: “tiru atau teladanilah saya!”.
Perilaku/gaya hidup atau perbuatan kita justru seringkali tampak seperti musuh Salib Kristus, yaitu patuh kepada perut, di mana saja kita hidup. Yang penting uang/beras dan itulah yang dipercayai sehingga kita seringkali tidak perduli terhadap salib Kristus. Kemulian (dalam bahasa batak: Hasangapon) adalah masalah duniawi, sehingga tujuan hidupnya: Ingin hidup, ingin kaya, ingin dihormati, ingin berkuasa.
Rasul Paulus berkhotbah kepada kita: Kita adalah warga Negara Surgawi. Hal ini dihubungkannya seperti Veteran Militer orang Romawi yang ditempatkan ditempat Pemukiman di Filippi, mereka sebagai Veteran orang Romawi selalu berperilaku budaya Romawi. Dari cara berbicara, dari cara gaya hidup, baik cara adat istiadat; mereka harus memperlihatkan cara cara hidup bangsa Romawi. Demikianlah semestinya orang Kristen, karena kita adalah warga Negara Sorgawi maka sudah sepantasnyalah kita memperlihatkan cara hidup Sorgawi. Karena dari Sorga kita harapkan Jesus akan datang, dan dialah yang mampu memperbaharui hidup kita. A m e n!

Teriring Salam dan Doa,
Pdt Pantun Sirait , STh, SH.

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Khotbah Mingguan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s