KOTBAH MINGGU VIII TRINITATIS

I Timotius 6, 17-19

Manusia dijaman Milinium ini, selalu berkeinginan: Ingin hidup, ingin kaya,  ingin dihormati, ingin berkuasa !

Keempat keinginan ini adalah tujuan hidup manusia sekarang ini. Mengapa terjadi demikian, karena Jaman Milinium ini, persaingan hidup semakin tajam. Orang tidak ada kesabaran, bahkan hidupnya selalu instan atau selalu terdesak. Masalah yang seperti ini, turut juga dilatar belakang i oleh gaya hidup yang dipengaruhi Jaman milinium. Dimana dunia bagi manusia sudah semakin sempit dikota Medan. Batas batas Negara tidak ada lagi dan sudah ditembus oleh perdagangan Internasional, sudah terjadi perdagangan bebas. Pedagang tradisional sudah hampir tenggelam. Para Pengusaha kapitalis sudah menanam modal dinegara kita ini. Misalnya: Galon minyakPetronas dari Malaysia sudah lebih diminati dari pada Galon minyak PERTAMINA. Selain itu Plaza, Swalayan, Seperti Indomaret sudah banyak berdiri sehingga pedagang tradisional seperti yang ada di Simpang limun dan jalan sambu sudah ketinggalan dan sudah lebih baik belanja di Plaza dan Indomaret.

Gaya hidup pun sudah semakin Nampak, pakaian tradisional sudah ketinggalan jaman. Salah satu yang paling menonjol sekarang sering kita dengar, bahwa pakain sekarang adalah pakaian yang bermerek. Artinya adalah hasil Produksi luar Negeri dan produksi dalam negeripun sudah ketinggalan jaman. Gubernur kita Syamsul Arifin mengundang kita supaya menghadiri pameran produksi dalam Negeri dengan himbauan cintailah Produksi dalam Negeri.Jaman modern sekarang belanja sandal atau sepatu sudah banyak pergi ke Singapur.

Makanan tradisional, pecal,Gudeg, ombus-ombus lepat (lappet) tidak diminati lagi, karena sudah ada Pizza, Dunkin Donad, Kentucky. Pada hal lebih enak makan ayam pinadar daripada kentucky.

Cara berpakaian pun sudah dipengaruhi westernisasi misalnya pakaian perempuan celana pendek kainnya dari kain celana jeans, pada hal kalau orang Indonesia pergi keluar Negeri pakaian bagus dasi, jas. Tetapi kita sekarang dinegeri kita sendiri pakaian tidak sopan lagi.

Sekarang nast kita dari Firman Tuhan mengajar dan menuntun kita supaya kita selalu hidup:

MENGHARAP KEPADA TUHAN

  1. Tuhanlah yang memberikan sesuatu kepada kita.
  2. Peliharalah yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

I.Tuhan yang memberikan sesuatu kepadamu:

a. Timoteus seorang peranakan, ibunya orang Jahudi dan Bapaknya orang Junani, pada waktu masih muda dia mendampingi Rasul Paulus. Walaupun masih muda sudah ditahbiskan dia menjadi penatua. Oleh sebab itu Rasul Paulus mengirim suratnya kepada Timoteus adalah untuk menggembalai dia. Itulah sebabnya suratnya kepada Timoteus ini disebut surat Pastoral atau surat penggembalaan.

Dari sebahagian suratnya ini, Rasul Paulus menugaskan Timoteus:

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya didunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan kepada Allah yang dalam kekayaanya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi

dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

b.Kalau kita analisa dan kita renungkan tugas si Timoteus yang diberikan oleh Rasul Paulus ini, kita petik harta kekayaan itu jangan membawa manusia tinggi hati, Sombong, angkuh dan dari bahasa Junani UCOPRONEIN Artinya AROGAN, jangan berharap kepada kekayaan karena kekayaan itu katanya sesuatu yang tak tentu atau yang tidak abadi atau tidak kekal. Melainkan berharap kepada Allah yang memberikan kekayaan atau yang memberikan sesuatu untuk dinikmati.

Peringatkan mereka agar berbuat baik menjadi kaya dalam kebajikan yaitu suka memberi, suka membagibagi dan itulah cara mengumpulkan yang baik bagi dirinya untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Jadi dari analisa itu kita ambil, bahwa harta kekayaan itu bukan sumber segalanya yang menjadi harapan kita. Karena membawa kita menjadi sombong angkuh dan arrogan. Tetapi Allah yang memberikan kepada kita sesuatu untuk kita nikmati. Dialah tumpuan dari harapan kita.

Kalau berharap kepada Allah kita pergunakan Harta kekayaan itu untuk berbuat baik suka memberi dan suka untuk membagi.

C.Inilah yang harus kita camkan didalam hidup ini, Tuhan yang memberi kekayaan itu kepada manusia, oleh sebab itu jangan harta kekayaan itu membawa kita untuk menonjolkan Hak sehingga kita menjadi sombong, angkuh dan arrogan sehingga kita tidak perduli kepada orang lain. Kita harus menyadari kekayaan itu tidak abadi atau tidak kekal dan membawa kita ke neraka. Kekayaan itu tidak mampu untuk mencegah maut yang ingin menerpa kita. Kekayaan itu tidak mampu untuk menghapus air mata kita. Jadi masih adalagi hidup yang sebenarnya atau hidup yang sejati  yang harus kita capai. Caranya untuk mencapai hidup itu adalah  mempergunagan harta kekayaan kita suka member, suka membagi. Berbuat baik dan suka member dan membagibagi dan tidak hanya memikirkan diri sendiri atau egois Tetapi mempergunakan harta itu untuk memperdulikan orang lain.

II. Peliharalah yang dipercayakan Tuhan kepadamu:

  1. Rasul Paulus mengingatkan Timoteus: Hai Timoteus, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan.

Peliharalah yang dipercayakan kepadamu, antara lain seluruh manusia sudah diberikan talenta, , Hinadrilah omongan yang kosong

Hindarilah omongan yang tidak suci

Hindarilah pertentangan-pertentangan yang berasal dari Pengetahuan yang menyimpang dari Iman

Dari nast ini Rasul Paulus menasehati Timoteus, supaya memelihara yang dipercayakan kepadanya. Talenta yang diberikan oleh Tuhan kepada Timoteus supaya dipelihara artinya:

Menghindari omongan kosong

Menghindari omongan yang tidak suci

Menghindari pertentangan-pertentangan yang menyimpang dari Iman walaupun itu termasuk ilmu pengetahuan.

b. Kalau kita analisa kepada kita telah diberikan Tuhan Talenta sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Talenta berpolitik, talenta menyanyi, talenta bagaimana cara berbisnis, hobbi yang ada pada kita adalah talenta pemberian atau anugerah yang diberikan Tuhan kepada seseorang. Jadi talenta yang demikian harus dipelihara. Cara memelihara talenta itu adalah untuk menghindari omongan kosong, menghindari omongan yang tidak suci, mengindari perdebatan-perdebatan yang walaupun berasal dari ilmu pengetahuan.

c. Cara hidup orang Kristen itulah yang diajarkan oleh Rasul Paulus. Mungkin talenta yang kita miliki kita pendam didalam diri kita. Atau kita tidak manfaatkan untuk mencapai tujuan hidup kita. Kadang-kadang kita sering berbincang-bincang dengan omongan kosong atau omongan yang tidak berbobot. Ada orang senang membicarakan yang tidak penting misalnya yang sering diperbincangkan di kedei kopi, kedei tuak atau dimana kita sering kumpul-kumpul. Pada hal menurut saya kedei kopi dan kedei tuak itu bisa menjadi tempat menambah pengalaman dan pengetahuan. Misalnya dibahas disana politik, dibahas masalah ekonomi, cara beternak, cara memelihara ikan lele.

Tetapi sering terjadi perdebatan-perdebatan yang tidak berbobot, kadang kita berdebat tidak rasionil dan tidak mempergunakan logika. Tetapi sering kita pergunakan dan mengandalkan emosi, sampai kuping dan muka pun merah.

Sekarang firman Tuhan mengajar kita peliharalah talentam, hindarilah omongan kosong, hindarilah omongan jorok atau yang tidak suci. Jauhkanlah pertentangan-pertentangan.

Disampaikan pada Tgl. 25 Juli  2010

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Pos ini dipublikasikan di Khotbah Mingguan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s