MAZMUR 33 AYAT 1- 9 PUJILAH TUHAN

Pendahuluan: Nast yang menjadi bahan kotbah di Hari Minggu ini tertulis didalam buku MAZMUR 33 ayat 1 – 9. (Oleh sebab itu sangat penting kita bahas tentang pengertian daripada Mazmur ini. Bangsa Yahudi yang berbahasa Ibrani menamai buku ini  “SEFER TABILLIM ” artinya: Kitab puji-pujian atau disingkat dengan “TEBILLIM”. bUKU SEPTUAGINTA ( LXX) atau alkitab perjanjian lama yang berbahasa Junani tertulis”PSALMOS” atau nyanyian yang diiringi dengan kecapi. Atau dijaman sekarang bernyanyi sambil diiringi dengan petikan gitar.  Didalam bahasa Arab disebutkan “TAHLIL”  Agama Kristen menyebutkan ‘NYANYIAN PUJI-PUJIAN” Tebillim atau kitab Mazmur adalah sebagai buku nyanyian atau buku yang berisi doa pribadi dan doa-doa Raja atau Doa yang bertugas didalam bait Allah. Misalnya kalau bangsa Jahudi melakukan ibadah didalam Bait Allah. itulah sebabnya Kitab Mazmur ini bukan hanya berisi nyanyian tetapi juga berisi doa. Jemaat Kristen sering membuat bacaan dari Kitab Mazmur ini ketika beribadah di Gereja.

Pembagian Nast : 1-3: Seruan supaya selalu memuji Tuhan.

4-9: Kekuasaan Firman Tuhan

1-3: Seruan supaya memuji Tuhan: Tuhan Allah akan segera menyelamatkan bangsanya (umatnya) Supaya mereka bersorak sorai. Karena Tuhan sudah Mengikat umatnya dengan perjanjian yang baru, itulah sebabnya jugaTuhan menghimbau umatNya supaya bersorak sorai untuk memuji Tuhan. Jeremia 31 yat 7 dan yesayas 54 ayat 1 mengatakan: Alampun  akan bersorak sora i karena Tuhan membebaskan umatNya. Kalau kita meneliti nast ini terutama tentang bahasa Aslinya yaitu Bahasa Ibrani untuk bersorak sorai menyebutkan: RANNENU BENTUK PLURAL ATAU ISTILAH ITUDITERIAKKAN ORANG YANG BANYAK YANG MENGUCAPKAN = rennenu bahwa mereka  dengan orang banyak DENGAN BERSEMANGAT: RENNENU ! artinya: REJOICE, BERGEMBIRA DENGAN SENANG. ADA AHLI YANG MENGATAKAN, BAHWA rannenu ITU ADALAH ISTILAH YANG DIPERGUNAKAN oleh seorang ibu yang BARU melahirkan anaknya. Pada waktu proses kelahiran anak itu, ibu yang melahirkan itu mengucapkan Rannenu artinya dia berteriak walaupun dalam keadaan yang sangat mengerikan dia bersorak-sorak karena anaknya lahir dalam keadaan hidup. Jadi suara ibu Rannenu itu bukan teriakan minta tolong, tetapi suatu teriakan dengan bersemangat karena merasa senang walaupun dalam keadaan yang melahirkan itu suatu kengerian yang dideritanya tetapi dia berteriak dengan gembira. Secara umum dapatlah dikatakan teriakan bersorak sorai itu kedengaran dari orang yang sudah merasakan penderitaan, tetapi karena dia selamat dari penderitaan itu berkumandanglah suaranya yaitu RANNENU sebagai tanda kegembiraan. Dari ayat 1-3  bERSORAK SORAI bukan dengan berpura-pura. Dia bersorak sorai dengan bernyanyi yang diiringi oleh kecapi. serta mengingat Tuhan yang menyelamatkan dia dari penderitaannya. SUARA YANG BERSORAK SORAI YANG DIKUMANDANGKAN BUKANLAH SECARA MUNAFIK ATAU BERPURA-PURA, MELAINKAN dengan benar dan jujur secara terbuka dihadapan Tuhan.

4-9: Pujipujian kepada Tuhan: karena firmannya. Karena Firman Tuhan itu benar dean juga sangat berkuasa. Dimanakah kekuasaan Firman Tuhan itu ? Kita baca didalam penciptaannya yaitu kejadian 1 dan 2. Dimana firman Allah didalam bahasa Ibrani disebutlkan: DABAAR. Dabar itu sangat dinamis dan sangat berkuasa. Karena dengan firmannya langit dan bumi besrta isinya dapat dijadikan . Satu hal kekuasaan Firman Allah (DABAAR) itu ialah: Firman itu dapat menjadikan dari yang tidak ada bisa  menjadi ada. Manusia hanya mampu membuat sesuatu kalau sudah lebih dahulu tersedia bahan bakunya. Tetapi kalau Firman Akllah tanpa lebih dahulu tersedia bahan bakunya, mampu menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada. (Baca kekuasaan Firman Allah Ibrani 4 ayat 12)Satu lagi yang perlu kita ketahui tentang keberadaan Firman Allah yaitu: Firm,an Allah Sudah ada sebelum dunia/Bumi ada, Firman Allah itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohannes 1 ayat  1.). Firman Allah itu adalah benar, artinya Firman Allah itu bukan sandiwara bahkan Firman Allah itu senang akan keadilan dan Hukum. Firman Allah itu bukan pintar berpolitik dan bukan pintar bersilat lidah dan Firman Allah itu bukan seperti kata-kata didalam Pidato pada waktu kampanye. Kalau kita buka catatan pidato pada waktu kampanye dulu alangkah enaknya kita dengar misalnya: Akan diusahakan damai, persatuan, berantas korrupsi. Tetapi sampai sekarang sampaai dimana realitasnya ? Sedangkan membangun rumah ibadahpun susah. Firman Allah itu tidak hanya hari-hari omong kosong. Tetapi apa yang direncanakan pasti dipenuhi. Kalau dikatakan Firman Allah senang kepada Keadilan dan hukum artinya keadilan itu diatur oleh Hukum.  Keadilan tidak diatur oleh logika atau otak manusia. Maka keadilan dan hukum yang seperti itulah yang disenangi oleh Firman Allah. FRirman Tuhan itu sangat melindungi ciptaannya, dimana Firman Allah itu mengusahakan supaya laut itu dikumpulkan seperti air didalam bendungan, Firman Allah menjadikan kekuatan untuk menahan air yang berada diatas cakrawala supaya manusia dan mahkluk hidup yang lain bebas untuk menikmati ciptaan Allah itu.  Oleh sebab itu Firman Allah tidak terpisah daripada keberadaan Allah . Dimana Tuhan Yahweh berfirman, maka seluruh yang direncanakannya pasti terjadi. Kesetiaan Firman Allah itu ialah Yohannes 1 ayat 14: Dialah Yesus yang menyelamatkan manusia. Sungguh baik Tuhan Allah kita, yang Maha Pengasih. A m i n . Tuhan Jesus memberkati Saudara.

About these ads

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s