imamat 25, 1-10:TAHUN SABAT DAN TAHUN YOBEL

Buku Imamat adalah buku yang ke III dari buku kitab Taurat dan orang yahudi menyebutkan:WAYYIQRA artinya: Dia memanggil. Buku Imamat ini disebut juga buku yang berisi tentang hukum Imam-imam. Juga disebut “Sefer kohamim” artinya: Hukum persembahan. Mungkin pengertian ini dikutip dari tugas-tugas dari para Imam yang mempersembahkan Kurban didalam Bait Allah. Buku Septuaginta(LXX) menyebutkan  buku Imamat ini: ‘leuitikon” . Alkitab yang berbahasa Latin menuliskan :” LEVITICUS” .
Susunan buku Imamat:
1,1-7,38 : Hukum-hukum Persembahan
8,1-10,20 : Pelayanan di dalam kemah pertemuan
11,1-15,33: Hukum tentang kesucian serta ke Ke Najisan
16,1-34 : Hari Raya Pendamaian
17,1-25,55: Tahun Sabat dan Tahun Yobel
26,1-46: Janji-janji dan peringatan
27,1-34 : Penilaian dan Penebusan.
Nast kita sekarang: Imamat 25,1-10: Tahun Sabat dan Tahun Yobel.
25-1-7: Tahun Sabat: Nast ini sudah ada dituliskan ketika Nabi Musa menerima Hukum Taurat dari Tuhan di atas bukit Gunung Sinai yaitu Keluaran 23, 10-11: Enam tahunlah lamanya engkau menabur ditanahmu dan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya  begitu saja. Tetapi buah yang tumbuh dari tuaian itu jangan kamu tuai dan buah pohon anggur jangan kamu petik  supaya orang miskin diantara bangsamu dapat makan dan yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan untuk dimakan binatang hutan. Berarti kalau kita teliti mulai dari ayat 1-2 Tuhan Allah berfirman kepada nabi Musa ketika masih berada digunung Sinai pada waktu menerima Hukum Taurat dari Tuhan Allah. Setelah bangsa Israel sudah masuk ke tanah perjanjian, mereka harus menguduskan Tahun Sabat.Cara menguduskan tahun Sabat itu ialah: Enam tahun lamanya mereka menabur dan juga enam tahun lamanya mereka merantingi pokok anggurnya dan menuai serta mengumpulkan buahnya. Tetapi selama satu tahun tanah tidak boleh ditaburi dan kebun anggur tidak boleh dirantingi. Jadi tanah dan ladangpun harus diberikan istirahat. Seluruh yang tumbuh sendiri(yang tumbuh bukan karena hasil yang ditabur) dari tuaian itu tidak boleh dituai dan buah anggurpun tidak boleh dirantingi,karena tumbuh adalah karena usaha Tuhan sendiri.  Atau hasil tanah selama Sabat itu haruslah menjadi makanan mereka dan makanan orang miskin, makanan budak dan makanan yang menumpang ditanah mereka, dan juga makanan bagi ternak serta binatang hutan yang liar.

Dari keterangan diatas dapat kita kembangkan, bahwa tanahpun haruslah istirahat dan tidak boleh ditaburi dan dituai. Artinya manusia tidak boleh semaunya terhadap tanah itu, karena tanah itu adalah pemberian berkat Tuhan dan hasil ciptaan Tuha. Oleh sebab itu kita bandingkan pada jaman  ini, manusia berbuat seenaknya terhadap tanah/bumi yang didiami tanpa memperdulikan  bahwa pemilik tanah itu adalah Tuhan. Tanah itu bukanlah tanah yang tidak bertuan. Karena gara-gara tangan jahil dan otak kotor manusia, sampai kepada penebangan hutan yang ilegal yang merusak sehingga banjir membawa korban manusia dan makhluk hidup. Terjadinya pencemaran udara, pembuangan air limbah industri yang mengadung zat kimia yang membunuh makhluk hidup dan merusak tanah. Sekarang nast ini mewajibkan kita,  kuduskan tanah itu dalam tahun Sabat. Seluruh yang tumbuh itu jadikanlah itu menjadi hak yang sama bagi seluruh manusia dan seluruh makhluk.

8-10: Tahun Yobel: Setelah bangsa Israel sudah sampai ke tanah kanaan, mereka harus menghitung 7 tahun sabat yang sama dengan 49 tahun , dan sampai tahun ke 50, mereka harus memperdengarkan sangkakala pada waktu bulan ketujuh tanggal 10 bulan itu dan pada waktu memperdengarkan bunyi sangkakala itu, mereka harus mengingat bahwa hari itu adaalah hari pendamaian  dan seluruh bangsa Israel haruslah menguduskan tahun ke 50. Ketika sangkakala diperdengarkan, terjadilah pembebasan dikalangan bangsa Israel. SELURUH MEREKA HARUS KEMBALI KETANAH MILIKNYA DAN KEPADA KAUM ATAU SEPUPUNYA, demikian juga setiap hak milik harus kembali kepada sipemilik aslinya dan hutang-hutang dinyatakan lunas pembayarannya. Tahun ke 50 ini disebutlah tahun Yobel Artinya Yobel adalah tanduk domba. Tanduk domba itulah dibuat seperti soara terompet yang disebut “SANGKAKALA”. Maka setiap Sangkakala diperdengarkan, pada saat itu sudah terjadi pembebasan. Tidak ada lagi penindasan, tidak ada lagi penyiksaan, tidak ada lagi pemancungan. Agama yang percaya kepada Jesus Kristus Juru Selamat tidak melakukan hukum pemancungan atau tidak ada lagi kekerasan atau pengrusakan. Baik untuk memakasa orang masuk agama.Sekarang dimanakah diperdengarkan Sangkakala itu ? Lihatlaah Salib Kristus dibukit Golgota bukan digunung Sinai. Sangkakala yaitu Salib Kristus memerdekakan kita artinya: tidak adalagi pemancungan, tidak adalagi penindasan kekuasaan politik tidak ada lagi penindasan ekonomi. Sekarang Salib Kristuslah Sangkakala itu yang berdiri dibukit Golgata. Alangkah baik dan sungguh baik Allah kita. Amin. Tuhan Jesus memberkati saudara !

About these ads

Tentang pdtpsirait

Pendeta emeritus di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s